SUGAPA – Hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 Kabupaten Intan Jaya, dalam waktu dekat akan diumumkan. Kata Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si kepada Papuapos Nabire, hasilnya sudah ada. Dalam waktu dekat akan diumumkan, dimana hasil seleksi dengan variasi kelulusan.

“Saya pikir semua pencari kerja harus sabar, dan pada kesempatan ini tidak boleh ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprofokasi, tapi semua pihak untuk bisa menahan diri,” ujar Bupati Natalis Tabuni kepada media ini, sesusai upacara peringatan HUT RI ke-75 di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (17/8) kemarin.

Pada kesempatan itu Bupati Natalis Tabuni menuturkan, bagi mereka yang lolos merupakan hasil kerja keras dan itu berkat dari Tuhan. Sementara bagi mereka yang belum lolos itu belum beruntung, tapi masih ada kesempatan pada formasi 2019 dan 2020 yang pemerintah daerah sedang mengupayakan dengan telah mengusulkan ke Menpan.

Bupati menyampaikan kepada peserta yang belum lulus pada formasi 2018, untuk menunggu lagi pada formasi berikutnya. Tentunya dengan belajar banyak, karena bukan pemerintah maupun bupati yang menilai. Hasil tes peserta akan muncul di layar sendiri sebelum tesnya berakhir, jadi masing-masing peserta akan tahu nilai yang didapatkannya saat mengikuti tes.

Oleh karena itu tidak ada alasan lagi marah kepada pemerintah atau kepada siapa dan akhirnya mengganggu keamanan ketertiban apalagi anarkis karena yang diumumkan itu berdasarkan ranking nilainya sendiri.

"Marilah kita belajar kalau kita tidak lolos. Sekolah yang benar, masuk kuliah yang benar, selesaikan kuliah tepat pada waktunya. Pemerintah daerah sudah memberikan bantuan studi, asrama, penginapan. Oleh karena itu jika ada sarjana katakan tidak lulus, saya tidak mengerti, belajarnya dimana, belajarnya apa saja,” tutur bupati.

Disinggung soal prosentasi lulus untuk OAP dan non OAP, jelas bupati, jika ada yang bertanya kenapa Kabupaten Intan Jaya yang lulus tidak 100 persen OAP, itu keliru. Dijelaskan bupati soal prosentasi 80 : 20, bisa jadi belum sampai 80 persen kalau formasi OAP baik di jurusan eksak maupun bidang kesehatan kalau itu semua terisi. Tetapi pendafar OAP misanya dokter spesialis, guru biologi, guru fisika, guru kimia dan lain-lain, kalau itu belum sempat terisi maka tetap prosentasi 80 persen akan turun. Kecuali ketika daftar semua OAP seluruh bidang terisi, maka 80 persen itu akan terpenuhi.

“Tetapi kalau disana turun dari 80 persen, maka itu jangan salahkan siapa-siapa. Disini banyak jurusan dokter yang kosong OAP, guru kimia kosong OAP, guru matematika kosong OAP, apoteker dan jurusan lainnya kosong OAP. Kalau kondisi seperti ini bagaimana bisa mencapai 80 persen. Oleh karena itu 80 persen itu bukan jaminan segala-galanya, bukan berarti kita hebat karena dapat 80 persen OAP, formasi ini dikasih oleh negara bukan bupati yang menentukan,” paparnya. (des)