Wakil Bupati Sambut Kunjungan Komisi V DPR RI di SP 1 Bumi Raya, Dorong Sektor Pertanian

NABIRE - Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawannari, secara resmi menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, di SP 1 Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, pada Senin (27/04/2026). Dalam suasana yang penuh kehangatan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung pimpinan legislatif pusat tersebut untuk melihat kondisi masyarakat di tingkat kampung secara langsung.
Dalam sambutannya, Burhanuddin mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Nabire baru saja melakukan penanaman padi varietas Biofortifikasi sebagai komoditas unggulan daerah. Penanaman ini dilakukan bersama Kelompok Tani Cendrawasih yang mayoritas anggotanya merupakan Orang Asli Papua (OAP). Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas gizi hasil tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di wilayah tersebut.
Sejalan dengan agenda penanaman tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan berbagai bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada para petani. Sumber pendanaan bantuan ini berasal dari dana Otonomi Khusus (Otsus), yang diharapkan dapat meringankan beban kerja petani dan meningkatkan produktivitas lahan sawah yang ada di Nabire.
Burhanuddin menekankan, betapa berartinya kunjungan ini bagi masyarakat Nabire, mengingat kehadiran pejabat tinggi sekelas Wakil Ketua Komisi V ke pelosok kampung adalah momen yang jarang terjadi.
Mewakili pemerintah dan masyarakat, ia menyampaikan selamat datang dan rasa bangga karena aspirasi warga Nabire kini bisa didengar langsung oleh perwakilan di tingkat pusat.
Mengenang sejarah daerah, wakil bupati menceritakan Nabire adalah kabupaten yang dibangun dengan semangat kebangsaan sejak tahun 1966. Ia mengisahkan masa lalu di mana Nabire dikenal sebagai ‘Kota Singkong’, karena kesuburan tanahnya yang luar biasa. Cukup dengan menancapkan batang singkong, masyarakat sudah bisa memanen hasilnya tanpa perawatan rumit, yang menjadi penyelamat pangan saat cuaca ekstrem menghalangi kapal pembawa beras masuk.
Seiring berjalannya waktu, identitas Nabire terus bertransformasi dari Kota Singkong menjadi Kota Emas pada tahun 1996, dan kini fokus pada potensi hamparan sawah yang luas. Burhanuddin memuji kerja keras para petani yang hingga kini masih konsisten menggarap lahan demi menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat luas di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Namun, ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait fenomena penurunan regenerasi petani di Nabire. Banyak generasi muda yang setelah menempuh pendidikan tinggi memilih profesi di luar sektor pertanian. Hal ini mengakibatkan tenaga kerja di sawah didominasi oleh kelompok usia tua, sehingga diperlukan inovasi dan bantuan teknologi agar sektor ini tetap menarik bagi generasi penerus.
Kepada Roberth Rouw, Burhanuddin menyampaikan harapan besar agar Komisi V DPR RI dapat memberikan dukungan nyata bagi infrastruktur pertanian di Nabire. Ia meyakini, dengan bantuan yang tepat, semangat para petani akan bangkit kembali dan Nabire memiliki potensi besar untuk menjadi daerah swasembada pangan yang sejajar dengan Kabupaten Merauke.
Wakil bupati menegaskan kualitas hasil pertanian di Nabire tidak kalah bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan pusat, ia optimistis Nabire bisa bertransformasi menjadi lumbung beras di wilayah Papua Tengah, yang nantinya akan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan ekonomi para petani lokal.
Menutup sambutannya, Burhanuddin kembali menyampaikan terima kasih atas kepedulian Roberth Rouw terhadap kemajuan Nabire. Ia berharap melalui kunjungan ini, kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani dapat segera terealisasi, sehingga masyarakat mampu hidup mandiri dan makmur melalui hasil keringat mereka sendiri di atas tanah yang subur. (amd)
Bagikan artikel ini



