NABIRE - Dalam rangka mambahas Komunikasi Tokoh Kamtibmas dan Silaturahim Kebangsaan (Koteka Silaban), Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si, menemui Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Paslon bersama tim sukses Pilkada Kabupaten Nabire, Kamis (17/06). Saat pertemuan itu, Wakapolda Papua sempat menegaskan jika Nabire adalah kampungnya yang dicintai. Sehingga pada kesempatan ini, dirinya meluangkan waktu untuk melakukan kunjungan kerjanya di daerah ini.

“Nabire kampung saya. Saya cinta kampung saya sehingga saya datang ke Nabire, walaupun beberapa hari lalu pejabat saya yaitu Dir Intel Polda Papua sudah sempat berkunjung ke sini,” ujarnya.

Hadir pada pertemuan itu, diantaranya, Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus, S.H, S.I.K., M.H, Pj. Bupati Nabire dr. Anton T. Mote, Dandim 1705 Nabire, Letkol Inf Benny Wahyudi, M.Si (Han), Kepala Kejaksanaan Negeri Nabire, Muhamad Rizal, SH, MH, Ketua KPU Nabire, Wihelmus Degei, S.Kom, Forkopimda, pada tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, personel Polres Nabire, para kandidat Pilkada Nabire, serta tamu undangan lainnya.

Wakapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan, dilaksanakannya kegiatan ini dengan tujuan guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan damai dalam Pengumutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Nabire.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk bersama-sama menyukseskan pengumutan suara ulang (PSU) dan masyarakat harus mendukung program Koteka Silaban untuk anak negeri sehingga daerah tersebut selalu aman dan nyaman.

Wakapolda Papua juga mengharapkan kepada warga agar dapat saling berbagi informasi dengan pihaknya. Karen dalam menciptakan Kamtibmas di Kabupaten Nabire yang aman dan kondusif membutuhkan kerja sama pemerintah, TNI-Polri serta masyarakat.

Pantuan Papuapos Nabire saat kegiatan, di akhir pertemuan itu juga dibuka sesi tanya jawab antara tamu undangan dengan Wakapolda Papua. Sejumlah pernyataan dan pertanyaan sempat disampaikan oleh sejumlah pihak pada pertemuan itu. Mulai dari persoalan Kamtibmas, masih maraknya praktek perjudian seperti Togel, hingga persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan PSU Pilkada Nabire. (ros/ist)