Wajibkan Sekolah Ramah Anak, Disdik Tegaskan Komitmen Stop Bullying

NABIRE - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire mengambil langkah tegas dalam mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Memasuki tahun ajaran baru ini, seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Nabire diwajibkan untuk bertransformasi menjadi ‘Sekolah Ramah Anak’ demi menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi para peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.Pd, menjelaskan pihak sekolah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya preventif sejak lama. Upaya tersebut mulai dari memasang spanduk peringatan stop bullying di berbagai sudut sekolah hingga mengadakan lomba karya tulis bertema pencegahan perundungan yang telah disosialisasikan secara luas.
“Kami dari pihak sekolah itu sudah berupaya bahkan membuat spanduk-spanduk terkait dengan stop bullying di sekolah-sekolah. Sudah malah kami itu sampai ada biasa bikin karya-karya tulis itu terkait dengan bullying dan sudah disosialisasikan seperti sekolah ramah anak,” ujar Dina Pidjer saat diwawancarai awak media di Kantor Inspektorat, Rabu (5/8/2026).
Melalui program wajib sekolah ramah anak ini, dinas pendidikan ingin memastikan hubungan yang harmonis antar-siswa terbangun dengan baik. Konsep ini mengajarkan anak-anak untuk memposisikan rekan sebayanya bukan sekadar teman akrab, tetapi sudah menganggap mereka sebagai saudara sendiri.
“Jadi mulai di tahun ajaran baru ini, semua sudah wajib menjadikan sekolah itu sebagai sekolah ramah anak. Sekolah ramah anak itu, kita memberikan kesempatan kepada anak-anak menjadikan sebagai saudara. Sebagai teman, jadi kita menjalin komunikasi yang baik dengan anak, supaya anak-anak itu, ada kalanya dijadikan sebagai teman,” tambahnya.
Kebijakan wajib sekolah ramah anak ini menyasar ratusan satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Nabire dari berbagai jenjang. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, total lembaga pendidikan di daerah ini meliputi sekitar 130 Taman Kanak-Kanak (TK), 130 Sekolah Dasar (SD), 57 Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta 47 Sekolah Menengah Atas. (sam)
Bagikan artikel ini



