Wagub Papua Tengah Tegaskan Sinergi CPAP UNICEF untuk Masa Depan Anak Indonesia

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, menghadiri peluncuran Country Programme Action Plan (CPAP) periode 2026–2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Indonesia secara resmi menyepakati komitmen jangka panjang bersama UNICEF untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak di daerah tertinggal.
Deinas Geley menegaskan, kerja sama ini akan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan sektor pendidikan, layanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program UNICEF yang sempat terkendala selama masa pandemi Covid-19. Dengan adanya MoU baru ini, komitmen antara Pemerintah Indonesia dan badan dunia tersebut dipastikan kembali berjalan secara intensif.
Menurut Wagub Deinas, fokus utama dalam CPAP ini adalah menuntaskan persoalan di daerah-daerah tertinggal. UNICEF akan membantu pemerintah dalam menjangkau masyarakat miskin dan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan formal. Hal ini selaras dengan misi pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak di Papua Tengah yang putus sekolah atau menderita kurang gizi.
Deinas menjelaskan, program UNICEF ini akan berkolaborasi erat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan presiden. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek ganda dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas fisik dan intelektual generasi muda di Papua Tengah agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Provinsi Papua Tengah sendiri sebenarnya telah memulai inisiatif serupa, seperti kebijakan sekolah gratis yang ditekankan oleh gubernur. Program ini bahkan mencakup konsep ‘Sekolah Sepanjang Hari’ (KSSK) yang menjamin kebutuhan makan siswa dari pagi hingga sore. Kehadiran UNICEF diharapkan menjadi tenaga tambahan untuk menyempurnakan infrastruktur dan sistem yang sudah ada.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan UNICEF menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak tertinggal dalam standar kesejahteraan anak global. Melalui pengawasan ketat di bidang kesehatan dan kualitas makanan, UNICEF berkomitmen untuk memantau langsung kondisi di lapangan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh birokrasi biasa.
Menteri PPN/Kepala Bappenas juga menyampaikan kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci menuju visi Indonesia Emas 2045. Papua Tengah masuk dalam daftar 13 provinsi prioritas yang dipanggil karena tingkat pendidikannya yang masih perlu didorong serta angka kemiskinan dan gizi buruk yang harus segera diturunkan secara signifikan.

Selain aspek fisik, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan iman. Menteri Agama yang turut hadir menyarankan agar seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi dan kerukunan. Stabilitas sosial dianggap sebagai fondasi utama agar program-program pembangunan dari UNICEF dan pemerintah dapat terlaksana tanpa hambatan konflik.
Deinas menambahkan, keunggulan UNICEF terletak pada pola kerjanya yang turun langsung ke lapangan melalui kerja sama dengan LSM dan survei mandiri. Mereka mampu mendeteksi daerah yang sangat membutuhkan akses air bersih, fasilitas kesehatan, dan perbaikan gizi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Menutup keterangannya, Wagub Deinas Geley mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang melibatkan pemerintah daerah secara aktif dalam kerja sama internasional ini. Dengan sinergisitas yang kuat, ia optimis bahwa kesejahteraan anak-anak di Papua Tengah akan mengalami lompatan besar dalam lima tahun ke depan.(amd/you)
Bagikan artikel ini



