Wabup Nabire Sambut Baik Pendampingan Pemanfaatan GDPK 5 Pilar oleh BKKBN Papua

NABIRE - Wakil Bupati (Wabup) Nabire, Burhanuddin Pawennari, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara pendampingan pemanfaatan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) lima pilar dan penguatan kemitraan dalam program pembangunan kampung keluarga berkualitas tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BKKBN perwakilan Provinsi Papua.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire.
Wabup Burhanuddin Pawannari dalam sambutannya menegaskan, pembangunan kependudukan adalah fondasi utama keberhasilan pembangunan suatu daerah. Ia menekankan bahwa perencanaan yang efektif harus dimulai dari pemahaman yang benar mengenai situasi, kondisi, dinamika serta arah pembangunan penduduk di wilayah tersebut.
Di sinilah letak pentingnya GDPK sebagai peta jalan pembangunan kependudukan. Dokumen ini memberikan arah yang jelas melalui lima pilar strategis.
Lima pilar tersebut, pertama, pengelolaan kuantitas penduduk. Kedua, peningkatan kualitas penduduk. Ketiga, pengelolaan mobilitas penduduk, keempat, penataan administrasi kependudukan dan kelima, penyediaan data dan informasi kependudukan yang akurat dan terpadu.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Nabire terus berkembang pesat sebagai pusat aktivitas masyarakat, pemerintahan, perekonomian dan layanan di wilayahnya.
Pertumbuhan penduduk, urbanisasi serta kebutuhan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan yang harus ditangani secara terencana, apalagi Nabire kini telah menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, Wakil Bupati menyatakan bahwa kegiatan pendampingan GDPK oleh BKKBN Provinsi Papua yang berkolaborasi dengan DPPKB Kabupaten Nabire ini adalah langkah penting untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data kependudukan di daerah.
Bersamaan dengan kegiatan ini, Burhanuddin Pawennari menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program kampung keluarga berkualitas.
Program ini, lanjutnya, bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan sebuah gerakan untuk membangun keluarga yang sehat, berpendidikan, produktif secara ekonomi serta memiliki ketahanan sosial dan budaya.
Kampung keluarga berkualitas adalah upaya nyata untuk meningkatkan pembangunan, dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Ia meyakini, apabila pembangunan di tingkat keluarga berjalan dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat dan daerah secara keseluruhan pasti akan tercapai.

Penguatan mitra kerja dalam program ini menjadi kunci utama kesuksesan. pemerintah daerah, BKKBN, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama (gereja dan masjid), dunia pendidikan, organisasi perempuan serta lembaga adat diwajibkan untuk bersinergi dalam membangun kampung-kampung di Kabupaten Nabire.
Mengakhiri sambutannya, Wabup Nabire menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan pendampingan ini, pertama pemahaman terhadap GDPK 5 pilar semakin matang. Kedua, kolaborasi dalam program kampung keluarga berkualitas semakin kuat dan ketiga, setiap sektor mampu menerjemahkan hasil kegiatan ini menjadi langkah nyata di lapangan.(amd)
Bagikan artikel ini



