Wabup Ismail Tinjau Abrasi Waroki
NABIRE – Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin meninjau langsung lokasi abrasi pantai yang memporakporandakan rumah milik 9 kepala keluarga di Kampung Waroki, Distrik Nabire, Senin (6/12) siang. Saat berada di lokasi, Wabup Ismail didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Victor Fun beberapa anggota DPRD Kabupaten Nabire diterima Kepala Kampung Waroki, Akulian Bonay bersama beberapa warga.

NABIRE – Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin meninjau langsung lokasi abrasi pantai yang memporakporandakan rumah milik 9 kepala keluarga di Kampung Waroki, Distrik Nabire, Senin (6/12) siang. Saat berada di lokasi, Wabup Ismail didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Victor Fun beberapa anggota DPRD Kabupaten Nabire diterima Kepala Kampung Waroki, Akulian Bonay bersama beberapa warga.
Di lokasi abrasi, Wabup Ismail menyaksikan langsung kerusakan bibir Pantai Waroki digempur ombak yang menghantam pantai sehingga ikut merusak lingkungan tempat tinggal dan rumah penduduk. Abrasi pengikisan bibir pantai terjadi setelah beberapa hari terakhir gelombang di laut kencang dan tinggi sehingga mengikis bibir pantai.
Menurut seorang warga yang ditanyai terpisah mengatakan, abrasi terjadi akibat gempuran gelombang besar dari laut. Akibatnya, 9 rumah warga rusak dan air terhempas jauh ke darat sehingga menggenangi pemukiman warga sepanjang Kampung Waroki di pinggir laut. Karena, sejak 3 Desember lalu, gelombang laut terus menggempur bibir Pantai Waroki sehingga terjadi abrasi besar.
Kepala Kampung Waroki, Akulian Bonay, mengatakan, terjadinya abrasi tidak hanya kali ini saja. Tetapi sudah terjadi hampir setiap tahun. Tetapi abrasi yang terjadi kali ini lebih besar.
Menurut Kepala BPBD Nabire, Vicktor Fun, akibat gempuran gelombang besar selama beberapa hari terakhir ini telah mengakibatkan abrasi. Tidak hanya terjadi di Waroki tetapi hampir merata di bibir pantai sepanjang Pantai Nabire dari Samabusa hingga Waroki, terutama di Waroki, Sanoba dan Samabusa.
Warga Waroki menilai, penanaman manggaraw (mangi-mangi) di bibir pantai Waroki beberapa tahun lalu untuk menahan ombak ternyata tidak berhasil. Karena sistim penanaman manggaraw yang tidak benar. Sebab itu, manggaraw yang ditanam beberapa tahun lalu tidak bertumbuh.
Sementara itu, warga Waroki meminta pemerintah untuk membangun talud sepanjang bibir Pantai Waroki untuk mengamankan warga dari ancaman abrasi pada masa-masa mendatang. Dan warga lainnya meminta pemerintah daerah untuk mengevakuasi warga korban abrasi.
Usai mendengar penjelasan warga dan keterangan Kepala BPBD Nabire, Wabup Ismail mengatakan untuk membangun talud sepanjang bibir Pantai Waroki membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, penanganannya akan dibicarakan bersama antara pemerintah eksekutif dan DPRD Nabire bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mencari solusi bersama. Mengandalkan anggaran dari daerah saja tidak mampu sehingga lewat pembicaraan tingkat pemerintah daerah akan mencari solusi ke pemerintah provinsi dan bila perlu sampai ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Wabup Ismail juga meminta Kepala Kampung Waroki, Akulian Bonay untuk mendata keluarga yang terkena dampak abrasi secara rinci dan segera melaporkan kepada pemerintah daerah.
Untuk membantu warga korban abrasi, Kepala BPBD Nabire, Victor Fun mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk bantuan pangan berupa beras pemerintah. Seperti halnya dibantu kepada warga korban bencana banjir di Yaro beberapa waktu lalu. (ans)
Bagikan artikel ini



