Wabup Burhanuddin Resmikan Gedung Revitalisasi SD Muhammadiyah Nabire

NABIRE - Wakil Bupati (Wabup) Nabire, Burhanuddin Pawennari, secara resmi meresmikan gedung hasil revitalisasi di SD Muhammadiyah Nabire pada Sabtu (25/01/2026). Peresmian ini menandai babak baru bagi sekolah tersebut dalam upaya menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan representatif bagi para siswa di Kabupaten Nabire.
Program revitalisasi ini dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Selain fisik bangunan, langkah ini diharapkan mampu memperkuat mutu layanan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan nyaman.
Tak hanya fokus pada aspek fisik, program ini juga diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pemerintah daerah berharap SD Muhammadiyah Nabire dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang tinggi.
Dalam sambutannya, Wabup Burhanuddin menegaskan pentingnya keseimbangan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan masa kini harus mampu menyelaraskan antara pencapaian intelektual dengan penguatan nilai-nilai moral serta spiritual sebagai fondasi utama setiap individu.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada organisasi Muhammadiyah yang dinilai konsisten dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Muhammadiyah dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas di Papua Tengah.
Ketua PDM Nabire, Waluyo, S.Pd., menjelaskan bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025 ini difokuskan pada pembangunan ruang Perpustakaan, ruang UKS dan fasilitas toilet. Kehadiran sarana yang memadai ini diyakini akan meningkatkan semangat dan kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Proses pengerjaan bangunan ini memakan waktu selama tiga bulan, dimulai sejak 9 September 2025 dan rampung sepenuhnya pada 30 November 2025. Seluruh pembangunan dikerjakan dengan menerapkan standar baku penyelenggaraan sekolah dasar agar hasilnya dapat bertahan lama dan berfungsi maksimal.
Proyek ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal terkait dengan nilai bantuan sebesar Rp579.398.000. Meski bantuan ini sangat berarti, pihak sekolah mengakui adanya tantangan besar dalam menyesuaikan anggaran pusat dengan tingginya harga material bangunan di wilayah Papua.
Waluyo mengungkapkan, untuk menutupi kekurangan anggaran akibat tingginya harga barang di Papua, pihak sekolah melakukan berbagai efisiensi. Salah satu solusi kreatif yang diambil adalah melibatkan anggota Aisyiyah untuk gotong royong menyediakan konsumsi bagi para pekerja bangunan selama tiga bulan masa pengerjaan.
Menutup rangkaian acara, Wabup Nabire berharap peresmian gedung baru ini membawa dampak psikologis positif bagi tenaga pendidik. Dengan fasilitas yang kini lebih produktif, semangat para guru diharapkan ikut ter-revitalisasi demi melahirkan generasi emas yang berdaya saing dari tanah Nabire.(amd)
Bagikan artikel ini



