VCT dan Skrining IMS, Bentuk Sinergritas Lapas Nabire dengan Beberapa Pihak
NABIRE - Dalam rangka mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), warga binaan Lembaga Pemasyaraktan (Lapas) Kelas IIB Nabire mengikuti Voluntary Counselling and Testing (VCT) dan pemeriksaan kesehatan (skrining) pada Selasa, (11/02/2025). Kegiatan ini sebagai salah satu upaya deteksi dini sekaligus pemenuhan hak warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik.

NABIRE - Dalam rangka mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), warga binaan Lembaga Pemasyaraktan (Lapas) Kelas IIB Nabire mengikuti Voluntary Counselling and Testing (VCT) dan pemeriksaan kesehatan (skrining) pada Selasa, (11/02/2025). Kegiatan ini sebagai salah satu upaya deteksi dini sekaligus pemenuhan hak warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik.
Kegiatan skrining HIV/AIDS dan IMS ini dilakukan dengan cara mengambil sample darah dari warga binaan oleh tim medis Puskesmas Nabarua bekerja sama dengan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.

Kemudian bagi warga binaan dengan hasil skrining positif langsung diarahkan untuk menjalankan metode perawatan Care Support Treatment (CST). CST adalah perawatan yang melibatkan suatu jejaring sumberdaya dan pelayanan serta dukungan secara holistik, komprehensif dan luas untuk Orang Dengan HIV Aids (ODHA).
“Kami berharap ada upaya intensif dari semua pihak guna mengurangi penularan dan penambahan jumlah kasus HIV/AIDS terutama bagi warga binaan Lapas Nabire. Lebih baik memeriksakan diri sedini mungkin sehingga penanganannya bisa cepat dilakukan,” ungkap Kalapas Nabire.

Selain dilakukan skrining kesehatan, warga binaan juga diberikan pengarahan dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan agar warga binaan dapat menerapkan pola hidup sehat dan memiliki risiko yang rendah terhadap penularan HIV-AIDS dan IMS lainnya.(joseph/hum lapas)
Bagikan artikel ini



