Uswim Miliki Rektor Baru, Hadir Dengan Sejumlah Terobosan Baru

NABIRE - Dalam suasana penuh khidmat, atas nama Ketua Yayasan Wiyata Cendrawasih, Thomas Yawan, S.Sos, M.Si, Sekretaris Yayasan, Yery Tabuni, S.IP, M.IP, resmi melantik Dr. Petrus Tekege, S.H., M.Hum sebagai Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire ke IV, Periode Tahun 2025-2029, di halaman Kampus USWIM, Selasa (15/7/25).
Pelantikan yang dihelat itu, pertanda tonggak baru kepemimpinan di Uswim dalam menjawab tantangan zaman. Dari transformasi pendidikan hingga kontribusi strategis pada perwujudan pembangunan daerah dan nasional.
Dalam pelantikan turut hadir Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Dr. Suriel Semuel Mofu S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil, para pimpinan perguruan tingga di Papua Tengah serta hadir pula segenap perwakilan civitas akademika Uswim, para wakil rektor, dekan dan karyawan.
Dalam sambutan Rektor Uswim, Petrus Tekege mengatakan, jabatan rektor adalah sebuah amanat yang berat. Kendati pun demikian dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh civitas akademika dan melalui berkat dan perlindungan dari Tuhan kedepan akan lebih baik.

Terlepas dari visi dan misi, Rektor Tekege mengatakan, ada sejumlah terobosan yang akan dilakukan untuk memajukan perguruan tinggi dan dalam mendukung program pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten di Papua Tengah.
“Pertama, pada tahun ajaran 2025/ 2026 kami akan membuka program pasca sarjana yang diawali dengan program pasca sarjana ilmu pemerintahan. Kedua, pada tahun ajaran 2025/2026 ini juga kami akan membuka fakultas hukum. Untuk 1 program studi yaitu program studi ilmu hukum dengan konsentrasi hukum administrasi negara atau hukum publik, hukum adat, hukum perdata dan hukum pidana,”ucapnya.
Ketiga, Rektor Tekege mengaku, pada tahun ajaran 2025/ 2026, pihaknya akan membuka PPG atau Pendidikan Profesi Guru guna membekali guru dan menyulap non sajarna pendidikan menjadi guru.
“Ada program pendidikan yang bertujuan untuk membekali calon guru dengan keterampilan dan pengetahuan profesional agar bisa menjadi guru yang kompeten. Program PPG ini bisa diikuti oleh lulusan S1 atau D4 dari jurusan pendidikan maupun non kependidikan yang ingin menjadi guru,” terangnya.
Menurut Rektor Tekege, program tersebut tentunya meningkatkan kompetensi untuk profesionalisme guru serta membuka peluang bagi sarjana-sarjana non pendidikan guru. Guna mengisi kekosongan guru di seluruh Tanah Papua, khususnya di Papua Tengah.
“Program PPG ini kami dorong meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan serta menjawab kekurangan guru di tanah Papua,” ujarnya.
Untuk mengupayakan itu semuanya, kata Rektor Tekege, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu ia berharap dukungan pemerintah dan semua pihak terkait lebih khusus dalam pemenuhan sarana dan prasarana kampus.
“Diperlukan pembangunan gedung kampus minimal berlantai 2, laboratorium, perpustakaan yang memadai dan layak serta kubutuhan prasarana lainnya. Pada kesempatan ini saya menyampaikan mohon dukungan demi memajukan bersama membangun SDM di Tanah Papua,” harapnya. (you)
Bagikan artikel ini



