INTAN JAYA – Pada Kunjungan Pastoral pada Jumat (24/6) di Kuasi Titigi Kabupaten Intan Jaya untuk pemekaran Gereja Katolik Kuasi Titigi menjadi   Paroki, Uskup Mgr John Philip Saklil, Pr di tengah-tengah pejabat dan umat Tuhan mengatakan, untuk menjadi orang Katolik itu sangat gampang, akan tetapi menjadi orang Katolik beriman itu yang tidak gampang dan menjadi satu dewan Paroki harus dipagari dengan Iman kuat dan sungguh-sungguh kepada Tuhan.   Pada kunjungan pemekaran Gereja Katolik Kuasai Titigi menjadi Paroki tersebut Uskup John Philip Saklil didamping langsung Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni,SS,M.Si, Forkompida Intan Jaya, Ketua Dewan Paroki St Misael Bilogai Yohanes P. Abugau, Ketua Panitia Apolos Bagau dan umat serta masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Dikatakan Uskup John Philip Saklil, jadi orang Katolik itu sangat gampang yang sulit menjadi orang Katolik beriman dipagari Iman yang kuat dan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dengan demikian, lanjutnya, ibarat sebuah kebun besar yang ditanam iman yang baik agar saat tumbuh dan menghasilkan buah juga dengan baik, sama juga dengan kita membangun rumah itu gampang akan tetapi saat kita membangun rumah Tubuh Kristus itu juga tidak gampang, untuk itu sekarang kita meresmikan Kuasi Titigi menjadi Paroki Titigi dengan 8 Kuasi yang diharapkan akan ada pelayanan iman yang lebih sungguh-sungguh. Uskup menambahkan, dimana–mana ada pemekaran menjadi Paroki akan tetapi yang lebih utama diperhatikan adalah antara kebun besar dan kecil harus sama-sama dipagari agar tidak ada pencuri yang masuk dan mencuri hasil yang ada di kebun, sehingga tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat kebun dengan baik dan paling utama pagar itu harus selalu dijaga, apabila ada yang rusak atau hancur segera kayu diganti. “Semua stasi bisa menjadi Paroki, akan tetapi bisa juga meminta Pemekaran Paroki, tapi hari Minggu bisa ada umat yang datang untuk beribadah atau sembayang, jangan sampai rumah Tuhan menjadi kosong disetiap hari Minggu  tidak ada umat yang datang beribadah di Paroki dan kalau Titigi mau berpisah dari Paroki St Misael Bilogai, maka kita tanya Paroki Titigi punya anak yang sekolah, berapa anak yang di baptis tapi tidak ke gereja,” ujarnya. Untuk itu, Gereja Katolik Kuasi Titigi yang pada hari ini dimekarkan menjadi Paroki Titigi dengan nama Gereja Katolik Fransiuskus Xaverius Titigi, tentunya memiliki sejarah yang cukup panjang yang telah dibangun lama oleh para Misionaris dan Stasi Titigi ini telah memenauhi syarat untuk dimekarkan menjadi Paroki. (des)