Uskup Keuskupan Jayapura : Saya Bukan Orang Baru di Nabire
NABIRE – Uskup Keuskupan Jayapura Mqr. Yanuarius Theofilus Matopai You Pr, saat kunjungan ke Nabire, mengatakan jika dirinya bukan orang baru di Nabire. Bahkan dirinya menyebut sedang pulang kampung, kampung kedua di Nabire dan kampung pertama di Paniai.

NABIRE – Uskup Keuskupan Jayapura Mqr. Yanuarius Theofilus Matopai You Pr, saat kunjungan ke Nabire, mengatakan jika dirinya bukan orang baru di Nabire. Bahkan dirinya menyebut sedang pulang kampung, kampung kedua di Nabire dan kampung pertama di Paniai.
“Kampung yang kedua adalah Nabire ini, kampung yang pertama itu di Paniai sana. Ini kampung yang kedua tahun 1987 sampai dengan tahun 1991 saya ada di Nabire. Karena itu saya bilang bahwa saya bukan orang baru di Nabire ini. Pada waktu saya bertugas kami merintis SMA Adhiluhur Nabire, saya guru SMA Adhiluhur Nabire sebagai guru perintis kita siapkan SMA itu, supaya anak-anak dari gunung bisa datang sekolah di sini. Waktu itu mereka sekolah di Yapis, mereka sekolah di YPK dan juga di sekolah negeri,” tuturnya sesusai penjemputan oleh umat katolik keempat Paroki Dekenat Teluk Cenderawasi Keuskupan Timiki, Sabtu (11/2/23) di halaman Gereja Paroki Santo Antonius Padua Bumiwonorejo Nabire.
Dikatakan Matopai You, dirinya dengar bahwa yang menyambut adalah empat paroki yang ada di Nabire. Sehingga dirinya berjuang supaya ada sekolah untuk umat katolik. Dirinya merasa senang karena umat yang menerima, menjemput adalah umat katolik dan juga umat lain.
“Umat katolik itu juga umat umum dari Papua dan dari non Papua itu katolik. Katolik artinya umum katolik dari Papua itu juga ada suku-suku banyak masuk jadi katolik dan non Papua dari katolik juga ada banyak suku Jawa, Flores, Toraja, Batak dan lain-lain tetapi itu sudah masuk dalam gereja katolik,” ujarnya.
“Saya senang juga saya Uskup orang Papua yang pertama jadi uskup. Bukan saya jadi hebat, saya jadi Uskup karena Tuhan Allah izinkan saya. Saya jadi uskup karena Tuhan Allah juga mencintai orang Papua. Saya sungguh yakin ini Tuhan Allah juga mengasihi orang Papua. Tuhan Allah mendengar doa-doa yang disampaikan dengan jeritan derita tangisan dari umat katolik Papua karena itu buktinya. Kita sudah lihat bersama karena Tuhan Allah mencitai kita saya menjadi uskup tanpa perjuangan pertama dan terutama adalah Tuhan Allah datang melalui Mama Rosalina Tatogo sejak mimpi pertama dawapaa bagume (mimpi hari pertama),” ujarnya. (modes)
Bagikan artikel ini



