Jayapura - Istya Sari Utami (34) wartawati Surat Kabar Harian Arafuru News menjadi korban kekerasan orang tak dikenal, usai membuang sampah di Kompleks rumahnya, Jalan Nowari, Kelurahan Karang Indah, KabupatenMerauke, Senin (3/3) subuh. Beruntung kejadian sempat diketahui salah satu keluarganya, sehingga langsung melarikan diri. Sementara Istya Sari Utami mengalami luka robek pada pergelangan tangan kiri, punggung dan tangan kiri, lantaran menangkis parang milik pelaku.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono saat dikonfirmasi Pasific post mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang dialami seorangw wartawati di Merauke. "Memang benar ada wartawati yang dianiaya dan kini pelakunya masih dalam penyelidikan," katanya, Selasa (4/3).Menurut laporan korban, jelas Pudjo, penganiayaan itu bermula saat korban selesai membuang sampah disekitar kompleks rumahnya dan hendak pulang ke rumah di Jalan Nowari, Kelurahan Karang Indah. Sesampainya di teras rumah, korban berjalan perlahan lantaran takut menginjak anga yang berlarian.Nahasnya, sambung Pudjo, tiba-tiba seorang pemuda tak dikenal muncul dihadapan korban dengan jarak sangat dekat sambil memegang parang. Bahkan, pelaku juga mengayunkan parang sebanyak tiga dan berhasil ditangkis oleh korban, sambil berteriak maling. Mendengar teriakan korban, saksi terbangun dan kemudian membantu korban, hingga mengakibatkan pelaku kabur. "Korban sempat dirawat karena mengalami luka robek pada pergelangan tangan kiri, punggung dan tangan kiri," katanya.Pudjo menambahkan, saat ini pihak kepolisian di Merauke masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna mengungkap identitas pelaku penganiayaan wartawati tersebut. "Kasus ini pasti akan ditindaklanjuti dan kini anggota tengah mengumpulkan keterangan saksi yang mengetahui cirri-ciri pelaku," tegasnya. (Syaiful)