*Bupati Natalis Tabuni : UGM Akan Turunkan Full Team dan Full TimeNABIRE – Untuk merealisasikan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, yakni untuk mencapai Intan Jaya Pintar, Sehat dan Sejahtera, kini mendapat tambahan amunisi baru. Tidak tanggung-tanggung lembaga studi ternama di Indonesia, Universitas Gajah Mada (UGM) digandeng Pemda Intan Jaya untuk melakukan studi dan pendampingan pembangunan di Intan Jaya tahun 2014-2017. Hal ini seperti dikatakan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabui, SS, M.Si, Senin (1/9) sore, seusai mengikuti pembukaan Diklat Penyusunan Perencanaan Renstra SKPD Nasional di Kampus UGM, Yogyakarta. Bahkan, dalam kegiatan Diklat itu, Bupati Natalis Tabuni juga berkesempatan menyampaikan ceramah umum dengan materi, “Problematika Kompetensi Perencanaan Pembangunan Daerah yang Lebih Efektif.” Ditanya soal tujuan menggandeng lembaga studi UGM bertujuan untuk melakukan pendampingan, jawab Bupati Natalis Tabuni, untuk memacu pencapaian visi pembangunan Intan Jaya Pintar, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera.“Kita di daerah baru seperti di Intan Jaya, perlu pendampingan dari lembaga-lembaga studi profesional. Terutama kajian-kajian studi perencanaan, RTRW, RPJM, RPJP, Renstra SKPD dan lainnya. Hal-hal ini menjadi penting di daerah baru seperti Intan Jaya. Dimana kita ketahui bersama bahwa kinerja aparatur tidak maksimal karena keterbatasan kemampuan sumber daya aparatur dalam rangka perancanangan pembangunan, implementasi pembangunan dan juga pelaporan maupun pertanggungjawaban,” ujar Bupati Nato.Lebih lanjut dikatakannya, negara telah mencanangkan pembangunan itu dimulai dari perencanaan baik, yakni perencanaan yang obyektif dan akuntabel dan akan menghasilkan rekomendasi. Selain itu, disitu juga ada kearifan lokal, sehingga menghasilkan kinerja yang baik, pertanggungjawaban secara riil dan maupun administratif juga baik, dan akan bermuara memberikan manfaat bagi masyarakat.“Teknis pelaksanaannya nanti, dengan kehadiran dan kerjasama ini memberikan dukungan pendampingan baik dalam hal penyusunan implementasi dokumen sampai pertanggungjawaban. Sehingga target visi misi Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, paling tidak di tahun kelima masih bisa dapat diukur,” ujarnya. Tambahnya, pendampingan yang dilakukan oleh UGM itu dimana dokumen-dokumen anggaran, Renstra, Lakip, RTRW, penyusunan RPJM, RPJP, dan dokumen-ddokumen pendukung lainnya di handle (ditangani, red) oleh lembaga studi dengan full team dan full time untuk melakukan studi itu. “Dalam pelaksanaannya akan ada kekuatan tim penuh dan dalam waktu yang panjang mereka akan melakukan pendampingan. Tim akan turun ke Intan Jaya untuk itu, sementara kajiannya dilakukan di UGM,” ujarnya.Lebih lanjut dikatakan, kondisi nyata yang kita hadapi saat ini adalah masih rendahnya Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Intan Jaya, yaitu nomor 2 terendah di Provinsi Papua sesuai data Bappenas tahun 2010. Di satu sisi Indek Kemahalan Konstruksi (IKK) yang begitu tinggi, dimana  Harta untuk 1 sak semen bisa mencapai 2,5 juta rupiah, harga BBM yang berkisar antara 50 ribu hingga 60 ribu per liter. Kondisi riil ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar dalam pemerintahan saat ini. Kedepan, dengan berbagai daya dan upaya kita harus tingkatkan IPM dan menurunkan IKK.Kerjasama dengan UGM ini, kata Bupati Natalis Tabuni, juga menangani masalah tenaga guru dan medis. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru dan medis di Intan Jaya, dari pihak UGM sebagai mitra kerja akan mencari lembaga-lembaga pendidikan di Jawa untuk menyediakan tenaga yang kita butuhkan di daerah. “Pada intinya, tugas UGM dalam hal pendampingan juga melakukan studi untuk berbagai sektor. Termasuk bagaimana mengelola berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Intan Jaya. Dan kesemuanya ini dalam rangka untuk mencapai visi misi yang sudah kita canangkan,” tuturnya. Disinggung adanya perhatian khusus presiden terpilih, Jokowi terhadap Intan Jaya, kata Bupati Nato, ini adalah hal yang sangat baik untuk kita di daerah. Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang dianggap masih dikategorikan kabupaten terbelakang ini, akan dijadikan percontohan. Artinya, jika Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang terbelakang saja nantinya bisa berkembang dengan baik, tentu akan memicu kabupaten lain yang berkategori tidak terbelakang. “Jika program yang nantinya dilaksanakan di Intan Jaya maupun di Puncak berhasil, ini ada peranan presiden terpilih. Untuk itu, presiden terpilih mempercayakan UGM untuk menjadi pendampingnya,” ujar Bupati Nato.Sekedar informasi, Diklat Penyusunan Perencanaan Renstra SKPD Nasional di Kampus UGM, dibuka Senin (1/9). Diklat yang diikuti hampir selurh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia ini, akan digelar selama 4 hari. (ros)