Turkam Keempat di 3 Distrik, Bupati Kucurkan Dankam dan Otsus
NABIRE – Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) hari keempat di 3 distrik, Bupati Nabire beserta rombongan untuk kesekian kalianya di akhir masa kepemimpinan bertemu dan bertatap muka atau pamitan dengan masyarakat khususnya yang ada di 3 distrik yakni, Distrik Yaro, Wangga
Bagikan
NABIRE – Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) hari keempat di 3 distrik, Bupati Nabire beserta rombongan untuk kesekian kalianya di akhir masa kepemimpinan bertemu dan bertatap muka atau pamitan dengan masyarakat khususnya yang ada di 3 distrik yakni, Distrik Yaro, Wanggar dan Distrik Nabire Barat. Selain itu juga Bupati Isaias Douw, S.Sos menyalurkan bantuan dana bersumber dana Otsus DOUWM dan Dana Kampung ( Dankam ), Sabtu (25 /4) kemarin.
Pada kesempatan itu, Bupati Isaias Douw meminta kepada pemerima bantuan dana Otonomi Khusus kegiatan membangun kampung mandiri, bukan dana dibagi-bagi untuk digunakan kepentingan sesaat, akan tetapi dalam pengunaanya sebelumnya harus musyawarah bersama seluruh lapisan masyarkat yang ada di kampung itu, guna mufakat diprogramkan kegiatan yang terpenting dan membutuhkan, sepertinya Usaha Ekonomi Kreatif dan Produktif (UEK P) kepada masyarakat kampung itu sendiri.Menurut Bupati, dalam mengelola usaha maupun membangun kampung dibutuhkan kebutuhan yang sangat penting dan mendasar membangun, mulai dari kampung ke kota bukan dari kota ke kampung hingga masyarakat perlu ketahui dan pahami, dana bantuan Otsus ini uang negara, harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan dipertanggung jawabkan. “Kalau kita salah gunakan dana Otsus maupun dana lain, tetap akan diperiksa oleh pihak berwajib. Karena pemerintah memberikan bantuan hanya sekali saja dan bukan setiap hari. Dengan harapan bantuan dana tersebut, dapat mengembangkan masyarakat Nabire yang sejahtera, makmur dan mandiri sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati,” terangnya.Tambahnya, kita harus bisa mandiri dan mengembangkan usaha dari satu menjadi dua, dua menjadi tiga, tiga menjadi empat dan seterusnya. Dan penerimaan bantuan ini, akan diawasi dan kontrol oleh kepala distrik yang turun ke kampung guna memantau dan melihat langsung hasil pembangunan kampung mandiri. “Sejauh mana perkembangan hasilnya lalu lapor ke BPMPK Kabupaten dan saya minta BPMPK bentuk tim untuk mengadakan pengawasan terhadap penerima bantuan dana Negara ini,” ujar bupati. Sesudah menyerahkan bantuan dana Otsus, dana DOUW, Dankam dan insentif untuk pelayanan hamba Tuhan, dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nabire memberikan bantuan alat mesin bahan makanan singkong, keladi bisa diolah menjadi tepung, kemudian diolah lagi menjadi bahan pangan bagi ibu-ibu PKK kampung di tiga distrik, masing-masing mendapat 1 unit bantuan mesin pengiling sekaligus bantuan dana 5 juta modal usaha kelompok binaan ketrampilan manajemen kampung. Usai penyerahan-penyerahan bantuan tersebut dilanjutkan dengan Tanya jawab. Ada beberapa hal yang terkuat dalam tanya jawab tersebut, dan sempat dititipkan Bupati Isaias diantaranya dinas terkait tidak ketinggalan. Harap bupati masalah Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Membangun kampung mulai dari keluarga, RT/RW kelurahan dan distrik.“Jangan digunakan diluar dari kegiatan dimaksud. Sedangkan untuk insentif gembala gereja yang sebelumnya hanya sekitar 1. 300.000, tahun ini dinaikan menjadi 2 juta. Kenaikan insentif untuk ,hamba Tuhan dari gereja, masjid dan pura sudah 3 kali naik,” terang bupati. Selain itu, bidang Pekerjaan Umum (PU) pemberian bantuan pengolahan air minum bersih dari Distrik Nabire Barat. “ Apa lagi di tahun 2015, Presiden Jokowi menurunkan dana tiap kampung 1 Milyar hingga kepala-kepala kampung harus belajar mulai dari sekarang untuk buat laporan pertanggung jawaban agar kedepan tidak ada hambatan lagi dan harap bupati generasi muda kembali membangun kampung masing-masing dengan bersama masyarakat. (modes)
Bagikan artikel ini



