NABIRE - Transformasi digital membawa semangat baru dalam Kompetisi Tilawatil Qur'an dan Hadis pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) pertama di Provinsi Papua Tengah. Hal tersebut disampaikan langsung salah satu Dewan Hakim Tilawah, Abdul Syakir, S.Pd.I, di lokasi penyelenggaraan di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/07/2025).

Menurutnya, transformasi digital dalam STQH memiliki beberapa fungsi utama yang penting. Melalui aplikasi e-MTQ ini, masyarakat bisa melihat langsung peserta dengan mengecek kebenaran data yang berhubungan dengan nama, usia dan cabang musabaqah yang diikuti pada provinsi masing-masing.

Melalui aplikasi e-MTQ, peserta dapat mendaftar secara online dan memudahkan untuk menyeleksi dokumen peserta yang tidak valid, para peserta juga tidak perlu melakukan perjalanan fisik atau membawa berkas-berkas berat. Ini mengurangi beban administratif dan mempersingkat waktu pendaftaran. 

Setelah pendaftaran ada verifikasi online untuk memastikan para peserta yang akan tampil berdomisili di daerah tersebut atau tidak dan "Kalau domisilinya kurang dari yang sudah ditentukan petunjuk teknis dari pusat itu tidak akan bisa diterima," ungkapnya.

Setelah verifikasi online, ada juga verifikasi faktual yang dilakukan untuk memastikan kebenaran dukungan terhadap, dokumen yang telah dikirimkan melaui online disesuaikan dengan KTP dan KK para peserta. 

Setelah melalui tahapan tersebut para peserta yang akan tampil menggunakan aplikasi e-MTQ membuka, acak tampil, bertujuan untuk memastikan bahwa urutan tampil peserta dalam setiap cabang lomba ditentukan secara acak, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta dan menghindari kecurangan. 

Terkhusus untuk Hifzil dan Tilawatil Qur'an, para peserta dilanjutkan untuk membuka acak maqro di aplikasi tersebut, untuk penggunaan aplikasi ini memungkinkan pengacakan soal maqro yang adil dan transparan, sementara layar monitor yang memadai memungkinkan penilaian yang lebih efisien dan akurat.

Transformasi digital ini diharapkan akan membawa dampak positif yang signifikan dalam penyelenggaraan STQH, mempercepat dan mempermudah seluruh proses kompetisi dan memperkuat integritas serta moralitas dalam setiap aspeknya. STQH akan menjadi ajang yang lebih bermartabat dan dijalankan dengan nilai-nilai yang tinggi, menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat dan adil.

Melalui transformasi digital ini, STQH akan terus berkontribusi dalam memajukan Syiar Islam di Papua Tengah, mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam masyarakat dan membawa pesan keagamaan yang lebih kuat kepada masyarakat Muslim di Papua Tengah. Dengan semangat kemajuan transformasi digital yang terus dipelihara.(amd)