NABIRE - Sebagian Umat Gereja Katolik ST. Petrus Bumi Mulia/SPC, diadakan ibadah jalan salib hari kedua pada Jumat (14/3/25), bertempat di gereja tersebut pada pukul 17.00 WIT.

Seusai ibadah jalan salib, Pewarta Felix Degei, S.Pd, memberikan penjelasannya, bahwa pertama-tama sebagai umat Kristiani ketika penandaan abu atau debu didahi saat hari raya Rabu Abu, saat itulah pembukaan masa puasa atau masa prapaskah.

Dikatakannya, selama masa prapaskah dalam tradisi gereja katolik itu ada peristiwa pentingnya selalu diadakan dalam gereja Katolik, yaitu ada ibadah jalan salib.

Dalam ibadah jalan salib itu sendiri terdiri dari 14 perhentian, keempat belas perhentian ini dimulai dari penanggapan Yesus diadili di rumah Pilatus hingga ia disalibkan dan dimakamkan di puncak di Golgota.

“Maksud sesungguhnya, kita mengikuti jalan salib ini adalah bagaimana sebagai umat Kristiani merenungkan kembali betapa anak manusia Putranya Tunggal itu mengorbankan nyawanya bagi kita.

Semua ia menjalani proses penangkapan, pengedaraan, sengsara bahkan jatuh dalam tiga kali dalam jalan salib ia jatuh tentu karena salah dan dosa kita,” ujarnya.

Dan tambahnya, diharapkan supaya bisa mengurangi atau setidaknya masa prapaskah ini dengan berpantang dan puasa. “Agar meringankan beban salib yang dipikul oleh Yesus, jika bisa kita memikul kita punya salib dalam hidup kehidupan kita masing-masing,” pungkasnya. (modes)