NABIRE - Pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan harga komoditas pangan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan pantauan terbaru, terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu, namun secara keseluruhan ketersediaan stok pangan pokok di gudang dinilai masih berada dalam level yang aman.

Perwakilan anggota TPID, Agustinting, mengungkapkan bahwa saat ini memang terjadi lonjakan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bawang merah. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa untuk komoditas beras, masyarakat tidak perlu khawatir. Berdasarkan laporan dari Bulog dan koordinasi langsung dengan para petani, stok beras dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga dalam waktu dekat.

Selain bawang merah, komoditas tomat juga menjadi sorotan karena mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasar tradisional. Agustinting menyebutkan bahwa harga tomat lokal di pasaran sempat menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi tim pengendali inflasi untuk segera melakukan langkah intervensi.

​Sebagai solusi cepat menekan harga, pemerintah telah mendatangkan pasokan tomat dari luar daerah. Langkah ini dilakukan untuk menambah ketersediaan stok di pasar lokal sehingga harga diharapkan dapat segera melandai. Melalui skema pendistribusian yang tepat, diharapkan beban pengeluaran masyarakat untuk komoditas dapur ini dapat berkurang.

​Intervensi harga tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Agustinting menjelaskan bahwa di stan GPM, masyarakat bisa mendapatkan tomat dengan harga jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 25.000 per kilogram. Selisih harga yang cukup besar ini diharapkan mampu membantu daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga pangan.

​"Stok beras kita aman, dan untuk tomat yang sempat naik, saat ini sudah kita datangkan dari luar sehingga di GPM ini harganya bisa Rp 25 ribu per kilogram," tutup Agustinting saat diwawancarai awak media di Lapangan Kodim pada Kamis (18/12/2025). Pemerintah berkomitmen akan terus menggelar operasi pasar jika fluktuasi harga terus berlanjut.(sam)