NABIRE - Total akan ada 15 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan beroperasi di Kabupaten Nabire, namun untuk saat ini dari Oktober sampai November baru 6 dapur yang akan berjalan, selebihnya akan bertahap seperti 4 dapur lainnya akan menunggu anggaran turun dan 5 dapur sisanya dalam tahap pembangunan dapur.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan program MBG Nabire ini sudah dilakukan sejak 2 Oktober 2025 dan dapur yang melayani terlebih dahulu ialah dapur Kalisusu, lalu dilanjutkan di 9 Oktober dapur Nabarua dan dapur 17 Siriwini 001.

"Sasaran MBG ini penerima manfaat terbagi menjadi 2, yaitu peserta didik (TK, PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, MA, MTS) dan non-peserta didik, yaitu ibu menyusui, Balita dan ibu hamil. Total ada 35 sekolah MBG yang berada di wilayah perkotaan," lanjut Marsel ketika melakukan podcast bersama media ini, Kamis (27/11/2025).

"Kadang di sekolah ada orang tua murid, ada yang belum tahu asas dan manfaat tentang MBG ini. Ada juga yang menolak dan itu adalah hak mereka, kita tidak bisa memaksakan. Tapi ada catatan ketika orang tua menolak MBG, dia harus memberikan makan kepada anaknya karena pemenuhan hak gizi anak yang harus diperhatikan oleh pemerintah," katanya.

Menurutnya, tanggapan peserta didik sangat senang sekali, karena ada orang tua yang belum bisa menyiapkan makanan di saat mereka sekolah. Dan dengan adanya MBG peserta didik ada edukasi gizi. 

Ia menambahkan dampak dari MBG tersebut peserta didik akan lebih fokus belajar, dengan perut yang kenyang maka otak akan terisi jadi akan semangat belajar.

Marsel menuturkan, untuk seluruh mitra MBG wilayah Nabire dan yang akan berjalan dan sementara masih proses tahapan. Bapak-ibu menginvestasikan uang kepada BGN dengan menyiapkan fasilitas kepada BGN dan sangat mengapresiasi hal tersebut serta diharapkan untuk mengikuti petunjuk teknis (Juknis) yang ada. 

"Saya adalah generasi yang pergi sekolah dengan keadaan lapar dan saya adalah generasi yang ketika pulang sekolah, makan-makanan kakuto, makan giawas, untuk mengisi perut yang kosong. Ini adalah program yang baik dan mari kita sambut dan kita berikan kepada adik-adik kita, anak-anak kita agar mereka lebih hebat dari pada saya," pungkasnya.(edi)