Todongkan Pistol, Oknum OTK Dilaporkan ke Polres Paniai
PANIAI – Orang tak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai anggota, tanpa basa basi datang menodongkan pistol terhadap anggota DPRD Paniai, Melkias Muyapa, S.Ip, di kediamannya yang beralamat di belakang Pasar Enarotali, beberapa waktu lalu. Hal ini seperti dituturkan Melkias Mu
Bagikan
PANIAI – Orang tak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai anggota, tanpa basa basi datang menodongkan pistol terhadap anggota DPRD Paniai, Melkias Muyapa, S.Ip, di kediamannya yang beralamat di belakang Pasar Enarotali, beberapa waktu lalu. Hal ini seperti dituturkan Melkias Muyapa kepada wartawan media ini, Rabu (16/10) di pelataran Bandara Nabire.
Dituturkan korban Melkias Muyapa, sekitar pukul 09.00 Wit malam, Sabtu (5/10) lalu ketika korban bersama anak istrinya berada di rumah, didatangi seseorang dengan menggunakan mobil Avansa DS 7283 K. Ketika itu pelaku turun dari mobil yang dikendarainya, tanpa bicara langsung menodongkan pistol ke arah kepala korban. Sambil menodongkan pistolnya pelaku hanya menyampaikan sepata kata, “Bapak harus bayar!!” Ketika mendengar kata bahwa bapak harus membayar, korban mengarak pelaku ke luar rumah. Korban bertanya, persoalan apa, apakah ada utang piutang dengan dirinya. “Kalau merasa ada utang piutang atau beban persoalan ada pada saya, jangan dengan cara menodongkan pistol. Tetapi datang dengan hati terbuka menjelaskan apa masalahnya,” tutur Melkias Muyapa.Namun ketika ditanya apa masalah, tidak menjawab sepata kata pun dan pistol tetap mengarah ke korban. Saat itu istri dan anak korban keluar ke halaman rumah dan berteriak histeris ketika melihat bapaknya sedang ditodong pistol.Mendengar teriak histeris, sopir yang mengemudi mobil lari meninggalkan rumah tanpa menggunakan mobil. Pelaku melepaskan pistol dan langsung menyalakan mobil tanpa sopir. Saat mesin mobil dinyalakan korban menghampiri pelaku yang ada dalam mobil untuk mencabut kunci mobil. Saat kunci mobil dirambas dari tangan pelaku yang mengaku anggota dan sempat mengancam korban akan menembak.”Saya katakan silakan tembak, dan saya bilang karena kamu mengaku anggota maka saya tampar pelaku satu kali di bagian kanan pipi pelaku. Entah anggota dari mana saya tidak tahu, karena tidak mengenal lama, dan tidak menggunakan seragam anggota,” jelas korban.Selanjutnya mendengar silakan tembak dan tampar pelaku ketika itu pula pelaku melarikan diri tanpa menggunakan mobil yang dikendarainya. Ketika itu juga, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Enarotai Kota, dan mobilnya ditahan untuk proses penyelidikan untuk diproses hokum.“Walaupun mobil saya kembalikan ke Polsek Enarotali Kota untuk ditahan, namun kunci mobil saya bawa kembali ke rumah. Karena saya merasa bahwa dengan kunci mobil ini akan menjadi jaminan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan penegak hukum,” kata Muyapa.Sementara itu, ia juga mengaku bahwa dirinya bersama Kapolsek Enarotali telah melakukan pertemuan bersama tanpa menghadirkan pelaku, tentang proses penyelesaian dari masalah ini.“Saya minta pada pertemuan itu untuk menghadirkan pelaku sesuai pemilik mobil ini, dan dia harus menjelaskan motif dari perbuatannya itu jelas. Namun saat itu, Polsek Enarotali Kota meminta kepada saya menunggu agar dilakukan proses penyelidikan berdasarkan mobil tersebut. Sebab nantinya juga akan ketahuan siapa pelaku perbuatannya. Untuk itu, mohon memberikan waktu kepada kepolisian untuk menggungkap siapa pelaku dari kasus ini,” jelas Melkias.Selain itu, dirinya bersama anggota DPR Paniai lainnya tidak akan tinggal diam. Pihaknya sudah sepakat bahwa secara lembaga akan menempuh jalur hukum yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika kasus ini tidak diselesaikan secara kekeluargaan di Paniai, maka akan menindaklanjuti persoalan ini ke tingkat provinsi bahkan ke tingkat pusat.“Saya minta oknum yang menodongkan pistol tersebut dipanggil dan dapat mempertanggungkan persoalan ini secara kekeluargaan. Harapan saya hanya pelaku mempertanggung jawabkan kelakuannya, sebab saya tidak tahu asal usul dari persoalan ini,” kata Muyapa.Selain itu, ia juga meminta maaf kepada dirinya, kepada lembaga DPRD Paniai dan menyampaikan permohonan maaf kepada kesatuannya, entah dari mana kesatuannya. Ia berharap pihak kepolisian agar seriusi kasus ini, sebab tidak akan tinggal diam, namun terus akan ditindaklanjuti persoalan ini ke ranah hokum.“Entah apa persoalannya, saya tidak tahu sebab sepanjang hidup saya tidak pernah ada utang piutang kepada siapun. Kalau pun ada saya selalu melunasi utang itu,” tegas Melkias. (Herman Anouw)
Bagikan artikel ini



