TNI/Polri Bantu Evakuasi Korban Longsor
NABIRE - TNI dalam hal ini Kodim 1705/Paniai dan Polri dalam hal ini Polres Nabire membantu evakuasi korban tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional Damai 3 Kali Degeuwo Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai, yang terjadi pada Selasa 1 Juli 2014 lalu sekitar pukul 2
Bagikan
NABIRE - TNI dalam hal ini Kodim 1705/Paniai dan Polri dalam hal ini Polres Nabire membantu evakuasi korban tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional Damai 3 Kali Degeuwo Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai, yang terjadi pada Selasa 1 Juli 2014 lalu sekitar pukul 23.00 wit.
Sebelum melakukan evakuasi, dilakukan rapat koordinasi di Ruang Data Kodim 1705/1705 Paniai yang diikuti Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf.Franz Yohanes Purba,S.IP.,Kapolres Nabire, AKBP.Tagor Hutapea,S.IK, dan Danyonif 753/AVT, Mayor Inf.M.Mahbub Junaedi guna membahas rencana evakuasi.Selanjutnya melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni SAR Kabupaten Nabire, Kapolres Paniai dan Pemerintah Kabupaten Paniai.
Pada tanggal 03 Juli 2014 13 kantong jenazah menuju lokasi bencana/TKP berasal dari SAR Nabire yang merupakan hasil koordinasi antara Dandim 1705/Paniai dan Kapolres Nabire dengan kepala Pos SAR Nabire, Raymon.
Berdasarkan hasil koordinasi Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Franz YohannesPurba,S.IP dan Kapolres Nabire AKBP.Tagor Hutapea, S.IK dengan Gatary Air, pada pukul 10.25 WIT di Bandara Nabire telah tiba hely bell Gatary Air dari lokasi tambang emas tradisional Damai 3 Muara Kali Degeuwo yang telah berhasil mengevakuasi 7 orang jenazah korban bencana tanah longsor dan selanjutnya dibawa ke RSUD Nabire dengan menggunakan mobil Ambulan. Adapun nama-nama 7 orang jenazah korban bencana tanah longsor sebagai berikut, Mardi, Suku Jawa, Iwan, Suku Ternate, Alafa, Suku Ternate, Lukman, Suku Ternate, Supriyitno alias Pikey, Suku Jawa, Subaedi, Suku Jawa dan Arifin, Suku Jawa.
Dandim 1705/Paniai dan Kapolres Nabire serta 3 orang anggota SAR beserta 4 orang anggota TNI/Polri berangkat menuju TKP dengan menggunakan helly bell Gatary Air tiba di TKP.
Sementara dua orang Koran selamat dan pada 2 Juli 2014 telah berhasil dievakuasi, yakni pertama, Udin 36 tahun (Suku Ternate/Islam), mengalami luka pada lengan tangan bagian kiri, luka robek pada kepala bagian kanan, luka lecet pada Kaki kiri/kanan dan luka robek pada rusuk bagian kiri. Saat ini korban dirawat di RSUD Nabire.
Kedua, Fred Miyokbun/Onggro mengalami luka robek pada pelipis bagian kiri, mangkok lutut bagian kanan bergeser, luka lecet pada tangan kanan, saat ini korban di rawat jalan.
Pada pukul 11.00 WIT Kapolres Paniai (AKBP Daniel) beserta 4 orang anggota Polres Paniai, Danramil Enarotali, Asisten 1 Setda Kab. Paniai dan 1 orang BPBD Kab. Paniai terbang dari Enarotali menuju Lokasi Bencana/TKP menggunakan helly bell Gatary Air.
Setelah pihak RSUD Nabire selesai melakukan identifikasi, masing-masing keluarga korban di izinkan untuk membawa pulang jenazah korban tanah longsor untuk dimakamkan di tempat masing-masing.
Bantuan bukan hanya bentuk evakuasi tetapi juga berupa penyaluran bahan makanan kelokasi bencana berupa beras, aqua, supermi, sardines, gula kopi dan sebagainya yang diterbangkan melalui helly bell Gatary Air, Jum’at (4/7).
Bantuan bahan makanan diserahkan oleh Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf Franz Yohannes Purba,S.IP kepada masyarakat dan pendulang yang membantu proses pencarian korban.
Kapolres Paniai, Danramil Enarotali, Asisten 1 Setda Kabupaten Paniai kembali tiba di Bandar udara Nabire setiba dari lokasi bencana, disusul rombongan Dandim 1705/Paniai dan 3 orang anggota. Dandim menyampaikan ,telah berhasil diketemukan 2 orang jenazah lagi, sisa jenazah yang belum diketemukan berjumlah 4 orang.
Dan pada pukul 11.00 WIT, 2 jenazah korban tanah longsor telah berhasil di evakuasi menggunakan helly bell Gatary Air dan tiba di Bandara Nabire, selanjutnya dijemput oleh Ambulan RSUD Nabire dan dilaksanakan otopsi.
Bencana tanah longsor yang menimpa pada Jum’at, 1 Juli 2014, pukul 23.00 WIT di lokasi tambang emas tradisional Damai 3 Muara Kali Degeuwo Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai karena curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan tanah bagian atas/ketinggian menjadi longsor dan menyapu camp penambang emas milik Bapak Nius Jigibalon yang didalamnya dihuni 15 orang penambang.
Dari kejadian itu dan fakta dilapangan tersebut, masih bahwa kurangnya kepedulian instansi terkait/Pemda memberikan penyuluhan tentang kemungkinan terjadi bencana alam yang bisa menimbulkan korban serupa terhadap para penambang emas, terutama penambang yang bermukim di bawah lereng gunung untuk mengantisipasi situasi dan kondisi alam yang berada di sekitar lokasi penambangan.
Sementara, bahan logistik yang dibawa oleh Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf Franz Yohannes Purba, S.IP sangat dibutuhkan bagi masyarakat maupun tim evakuasi korban di lokasi penambangan karena di tempat tersebut tidak ada toko maupun kios yang menjual sembako.
Walaupun dalam pelaksanaan evakuasi korban tanah longsor yang berada di lokasi penambangan terkesan agak lambat dikarenakan padatnya jadwal penerbangan helly bell Gatary Air namun berkat koordinasi Dandim 1705/Paniai, Kapolres Paniai dan Kapolres Nabire beserta pihak penerbangan sehingga diberi kesempatan untuk mengevakuasi para korban tanah longsor. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



