Nabire, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi seluruh ahli gizi yang bertugas di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Nabire. 

Kegiatan ini bertujuan memastikan pemberian menu MBG, baik paket kering, paket basah, porsi besar maupun porsi kecil, sesuai dengan tujuan program, yakni menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak. Rabu,(4/3/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan menyoroti masih ditemukannya pemberian makanan kering yang menggunakan produk pabrikan, seperti Oreo, Sari Gandum, Better, dan Biskuit Regal. 

Penggunaan produk tersebut dinilai kurang tepat untuk mendukung pemenuhan gizi anak secara optimal. Oleh karena itu, para ahli gizi diberikan penguatan kapasitas agar mampu melakukan pengawasan secara ketat di dapur MBG serta tidak merekomendasikan makanan olahan pabrikan sebagai bagian dari menu utama.

Selain itu, para ahli gizi diarahkan untuk mengutamakan pangan lokal dan produk UMKM dalam penyusunan menu. Untuk pemberian susu, disarankan menggunakan susu tanpa rasa atau susu tawar, seperti full cream maupun fresh milk, bukan susu dengan tambahan perisa cokelat, stroberi, vanila, dan rasa lainnya yang tidak mendukung pemenuhan gizi anak secara maksimal.

Produk tambahan pabrikan seperti bubur instan juga tidak dianjurkan. 

Kegiatan ini turut menghadirkan pejabat teknis Dinas Kesehatan, kepala bidang dan kepala seksi gizi, serta dua dosen dari sekolah tinggi ilmu kesehatan di Nabire. Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para ahli gizi dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Nabire ke depan.tutupnya.(Agustinus)