NABIRE - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penetration Testing. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Juni 2026, bertempat di Ballroom Nabire.

Bimtek ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah mengenai tata kelola keamanan siber yang baik. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dalam menghadapi berbagai ancaman siber, sekaligus mendorong implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang aman, andal dan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah.

Hadir mewakili Penjabat Gubernur Papua Tengah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda, Victor Fun, S.Sos., M.Si., menegaskan visi besar ‘Papua Tengah Emas’ tidak akan terwujud tanpa fondasi yang kuat. Menurutnya, visi tersebut hanya bisa dicapai melalui tata kelola digital yang tangguh serta peningkatan indeks SPBE yang signifikan.

“Di era digital saat ini, data bukan lagi sekadar catatan, melainkan aset strategis yang sangat berharga. Data kependudukan, keuangan, kesehatan hingga perencanaan pembangunan daerah merupakan target yang diincar. Ancaman terhadap data ini sama saja dengan ancaman terhadap jalannya pemerintahan dan kepercayaan publik,” ujar Victor dalam sambutannya.

Victor mengingatkan karakteristik ancaman zaman sekarang telah berubah, di mana serangan siber mampu melumpuhkan seluruh sistem pemerintahan tanpa harus merusak infrastruktur fisik. “Perang modern tidak selalu menggunakan senjata konvensional. Kebocoran informasi strategis bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh sebab itu, keamanan siber kini menjadi bagian krusial dari pertahanan negara dan daerah,” tegasnya.

Sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Tengah saat ini tengah dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun infrastruktur fisik, meningkatkan pelayanan publik, dan mempercepat transformasi digital secara bersamaan. Langkah akselerasi ini menuntut kesiapan sistem pengamanan yang tidak kalah cepat.

“Melakukan digitalisasi tanpa memikirkan aspek keamanan itu ibarat kita membangun sebuah rumah yang besar dan megah, namun membiarkannya berdiri tanpa pintu dan kunci. Maka dari itu, Bimtek ini sangat strategis. Ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan langkah awal membangun budaya keamanan informasi di seluruh lingkungan pemerintahan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Victor juga mengingatkan seluruh peserta bahwa keamanan siber bukanlah tugas satu arah, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menggarisbawahi bahwa celah keamanan terbesar sering kali muncul dari kelalaian faktor manusia, seperti penggunaan kata sandi yang lemah, perangkat kerja yang tidak aman atau kebiasaan menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

“Semua Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari jajaran pimpinan tertinggi hingga staf pelaksana, harus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam pertahanan siber daerah. Saya berharap Papua Tengah bisa menjadi contoh bagi provinsi baru lainnya dalam membangun sistem digital yang modern sekaligus aman sejak awal,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Victor meminta para peserta untuk menjadi agen perubahan yang membawa semangat keamanan siber ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Ia mendorong terciptanya koordinasi yang kuat serta jejaring untuk saling berbagi praktik baik dalam menjaga ruang siber, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Provinsi Papua Tengah, Ham Nawipa, S.Si.T., menyampaikan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan luar biasa dalam pelayanan publik, namun di sisi lain, ia membawa ancaman siber yang semakin hari semakin kompleks dan canggih.

“Sebagai provinsi baru, Papua Tengah berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang modern, efektif, transparan dan aman. Penguatan kapasitas aparatur di bidang keamanan siber dan persandian ini menjadi langkah krusial untuk melindungi seluruh data penting serta sistem elektronik yang dimiliki daerah,” pungkas Ham Nawipa seraya berharap seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh agar ilmunya dapat langsung diterapkan di tempat kerja. (amd)