Tim Visitasi LLDIKTI Wilayah XIV ke Kampus STIE Pelita Harapan Nabire
NABIRE - Pendiri Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Harapan, Deki Degei, SE.MM mengaku, Tim Visitasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kampus Sementara SMK Petra Nabire, Senin (20/6/22).

NABIRE - Pendiri Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Harapan, Deki Degei, SE.MM mengaku, Tim Visitasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kampus Sementara SMK Petra Nabire, Senin (20/6/22).
“Baru saja tadi telah dilakukan Monev dari Tim Visitasi LLDikti Wilayah XIV Papua dan Papua Barat. Monev ini bertujuan untuk supervisi dalam kerangka melihat, mengecek serta mengetahui sejauhmana persiapan dan kesiapan Kampus STIE Pelita Harapan,” tutur Deki kepada wartawan usai kegiatan tersebut, di SMK Petra Nabire.
Deki mengatakan, kedatangan Tim Visitasi LLDikti tersebut sebagai sebuah kehormatan untuk seksama melakukan evaluasi dan melihat secara langsung kesipan pihaknya baik secara administrasi maupun fisik.
“Jadi seperti yang disyaratkan sebelumnya, tadi tim sudah lihat secara langsung sejaumana keberhasilan yang kami dicapai, kemudian kami juga sudah menjelaskan apa saja hambatan yang terjadi. Luar biasa sekali karena kami dituntun untuk bagimana cara mengatasi masalah atau kekurangan kami,” beber Deki.
Diakui Deki, lahan pendidikan yang telah didirikan tersebut sementara dalam proses persiapan guna mendapat keabsahan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Untuk itu, pihaknya menargetkan tuntas dalam tahun ini (2022).
“Progresnya ya mencapai 80 persen, kami akan tuntaskan dalam tahun ini. Tahun depan (2023) kampus dapat dibuka untuk menerima mahasiswa mahasiswi baru yang ingin mengenyam pendidikan disini,” sahutnya.
Dia menambahkan, STIE Pelita Harapan disediakan sebagai sarana pendidikan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ekonomi terutama generasi muda yang keluarganya tidak mampu dan hidup bercukupan dari wilayah Adat Meepago dan Saireri.
“Kami meyakini kehadiran PTS ini sebagai solusi bagi semua yang ingin memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di bidang ekonomi. Apalagi disini belum ada jurusan ekonomi kalaupun ada banyak perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Harapan, Yoram Degei, S.AP mengatakan, setelah dirinya diangkat ketua yayasan oleh pendiri, dia sedang mengemban tugas dan tanggung jawabnya selaku penyelenggara pendidikan tinggi.
“Dari sekian banyak tanggungjawab kami emban saat ini, salah satu yang kami lakukan adalah teken kerja sama dengan pihak yayasan dan pengelola SMK Petra Nabire untuk kepentingan tempat sementara penyelengaraan pendidikan. selain itu tenga menyiapkan pelepasan tanah, SDM (tenaga edukatif/dosen) dan lain-lain,” akunya.
Yoram menuturkan, dalam menyiapkan semua yang disyaratkan pihaknya tidak berjalan sendiri. Tetapi bersinergi bersama pendiri dan para stak holder yang peduli terhadap dunia pendidikan, sehingga tingkatan tertentu walupun mengalami hambatan dan kesulitan selalu ada solusi. Dalam hal ini tidak terlepas juga tuntutan serta dukungan dari Tuhan.
“Pendiri dirikan sekolah tinggi ini sangat luar biasa, namun kami sebagai manusia tidak luput dari keterbatasan dan kekurangan baik personal maupun secara kelembagaan. Hanya dengan bermodalkan nekat dan percaya diri sembari melangka dengan mengandalkan Tuhan sebagai juru mudi kami. Ya, Tuhan baik sehingga selalu ada solusi dikala kami kaku dan susah,” kata Yoram.
Proses kelangsungan lahan pendidikan tidak terhenti hingga mendapat keabsahan. Akan tetapi tugas kedepan semakin berat dalam penyelenggaraan dan pengelolahannya sehingga, Yoram berharap dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah Meepago dan Saireri dan dukungan doa dari masyarakat.
“Doa dan dukungan dari semua pihak kami sangat membutuhkan. Terutama dukungan berupa finansial dari Pemda Meepago dan Saireri,”pinta Yoram. (eby)
Bagikan artikel ini



