Tim Survei Papua Terang Jelaskan Kronologis Penghadangan KKSB di Paniai
NABIRE - Tim survei program Listrik masuk Desa (Lisdes), utamanya Team Papua Terang memberikan penjelasan dan menceritakan kronologis kejadi
Bagikan
NABIRE - Tim survei program Listrik masuk Desa (Lisdes), utamanya Team Papua Terang memberikan penjelasan dan menceritakan kronologis kejadian penghadangan yang dilakukan puluhan masyarakat yang diduga kuat Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), awal pekan ini di salah satu kampung di Kabupaten Paniai. Tim survei Papua terang yang diwakili Yohanes Soedarmono dan Sugiri ditambah satu perwakilan mahasiswa Grimaldi Adya Asenda menceritakan kronologis kejadian saat itu. Soedarmono selaku manajer UPPK dan Ketua Posko Papua Terang di Wilayah Meepago, Nabire mengatakan, puji Tuhan kami bersyukur karena tim ekspedisi yang diberangkatkan telah berhasil kembali ke Posko Paniai hingga ke Nabire dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.“Untuk kondisi tim ekspedisi Papua terang dapat kami informasikan, bahwa tim kami sehat dan tidak terpengaruh dengan isu-isu diluar, yang menyatakan bahwa anggota kami seperti ini dan seperti itu yang tersebar di media-media online khususnya,” tambahnya.Ia mengaku, memberikan semua informasi yang transparan tanpa menutupi fakta sebenarnya.”Kami berbicara sesuai fakta di lapangan demikian, jadi kami tidak menutup-nutupi tentang semua kondisi tim kami. Untuk tim Uncen 109 itu ada 4 orang dan tim Uncen 110 berjumlah 5 orang plus tim kesehatan jadi ada 4 orang serta dari UI 4 orang juga aman, seperti itu,” akuinya.Soedarmono menceritakan, pihaknya sempat panik terkait berita yang telah beredar sebelumnya, namun tenang ketika mengetahui tim yang diberangkatkan dalam kondisi aman di Posko Paniai yang akan dikirim ke Posko Nabire telah tiba dengan selamat. “Berita yang disebarkan diluar memang sempat membuat kami panik, kebetulan pas kejadian saya langsung berkomunikasi dengan tim yang ada di lapangan. Informasi yang kami dapatkan, tim yang sudah bergerak, 110 dan 311 yang duluan tiba di Paniai, menyusul tim 109, jadi pada jam 12.00 WIT, semua tim sudah tiba di sub pos Paniai. Jadi tim kami semua lengkap karena kami hanya mengakodomir tim PLN saja sesuai tugas. Untuk kejadian dengan TNI itu bukan tugas kami untuk mengekpos. Tapi dari lapor teman-teman tim ekspedisi di lapangan, memang ada terjadi konflik yang mengakibatkan korban terluka,” tuturnya. Ia meminta, masyarakat jangan muda terpengaruh dengan berita hoax yang beredar.”Memang kemarin itu kami menjawab pertanyaan yang ada diberikan, karena kalau membuat banyak berita yang tidak jelas membuat banyak orang panik. Saya juga katakan kepada masyarakat jangan percaya kepada orang-orang yang memberikan informasi yang tidak jelas, maupun media-media yang tidak benar, tapi kami cukup menjawab ada yang benar dan ada yang tidak benar (Hoax),” harapnya.Sementara itu, Sugiri selaku Asmen Perencanaan Koordinator Subpos yang memimpin tim Papua terang, yang kebetulan berada di tempat kejadian menerangkan secara detail menyangkut kejadian tersebut. Dengan didamping, salah satu perwakilan mahasiswa yang berada di TKP dan tim dari pihak PLN dirinya menyampaikan secara umum tidak ada anggotanya yang tertembak, termasuk anggota TNI yang melakukan pengawalan terhadap tim ekspedisi PLN Papua terang ini. (wan)
Bagikan artikel ini



