NABIRE - Tim Srena Mabes Polri melakukan dan menggelar studi kelayakan pembentukan Polres Dogiyai di Polres Nabire, bertempat di Aula RBP Polres Nabire, Selasa (10/03/2020) siang kemarin. Tim Srena Mabes Polri ini, beranggotakan masing-masing, Brigjen Pol Drs. Yasdan Rivai, M.Hum, Kombes Pol Dra. A.A Sagung Dian Kartini dan Penata I Ahmad Bustomi, SE serta Tim Puslitbang Mabes Polri Kombes Pol Drs. M.Asrul aziz , MAP, AKBP Wadi, SH, MH, Pembina DR. Herlina JR Saragih, M.Si dan Penata I Absul Syakur, SE. Selain itu, ada pula rombongan dari Tim Rorena Polda Papua, yang dipimpin Kombes Pol Sugeng Haryanto, SH, didamping Kabag Strajemen Polda Papua Kompol Nyoman.  Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, S.IK, Danyon C Pelopor Polda Papua AKBP Arnolis Korowa, SH, MH, Wakapolres Nabire Kompol Steyven J. Manopo, S.IK, LO Polda Papua Kabupaten Dogiyai Kompol Bambang Suranggono, S.Sos, PJU Polres Nabire dan personel Polres Nabire. Kapolres Nabire AKBP Sonny dalam sambutannya menyampaikan, selamat datang kepada ketua tim beserta rombongan di Polres Nabire, yang mana kita berkumpul disini dengan agenda pemantapan studi kelayakan Polres Dogiyai. “Kami sangat berbahagia karena momen ini sangat lama kami nantikan,” ucap Sonny Tampubolon. Mantan Kapolres Supiori ini menjelaskan, jarak tempuh Polres Dogiyai sangat jauh sehingga menghabat kami untuk dapat berkunjung setiap saat. Kabupaten Dogiyai terdapat 4 distrik yang menggunakan jalur udara, diantarnya Distrik Mapia Tengah, Mapia Barat, Sukikai Selatan dan Piyaiye. Usai sambutan pembuka Kapolres Nabire, dilanjutkan dengan pemaparan Kapolres Nabire yang dibawakan oleh Wakapolres Nabire. Dalam paparannya, Kompol Steyven menyampaikan wilayah hukum Dogiyai merupakan wilayah hukum Polres Nabire dengan kepemerintahan yang berbeda, yaitu Pemerintahan Daerah Dogiyai. “Polres Nabire mempunyai 7 Polsek dan 8 Polsubsektor, sedangkan Kabupaten Dogiyai mempunyai 2 Polsek, yaitu Polsek Kamuu dan Polsek Mapia,” kata Wakapolres Steyven Manopo. Terkait pembentukan Polres Dogiyai telah mendapatkan dukungan dari Pemda setempat dalam hal ini Bupati Dogiyai serta masyarakat Kabupaten Dogiyai yang dituangkan dalam pernyataan sikap mendukung rencana pembentukan Polres Dogiyai. Sementara itu, Ketua Tim Brigjen Pol Yasdan dalam sepatah dua katanya mengatakan, kedatangan kami beserta tim untuk studi uji kelayakan pembentukan Polres Dogiyai yang telah lama diusulkan oleh Kapolda Papua, sehingga atas ijin pimpinan kami baru sempat datang ke wilayah hukum Polres Nabire untuk mengkaji uji kelayakan pembentukan Polres Dogiyai. “Kami punya barometer sesuai Perpol nomor 4 dalam rencana pembentukan Polres maupun Polsek di seluruh Indonesia yang sekarang ini dibawa 34 Polda dengan berbagai tipe,” ujar ketua tim. Ketua Tim Srena Mabes Polri itu menjelaskan, sesuai data yang kami terima yaitu Polda Papua memiliki 29 Polres dan 46 Polsubsektor belum terhitung Polres Dogiyai yang rencana akan dibentuk. “Wilkum Polres Nabire meliputi 2 kewilayahan pemerintah, yaitu Pemda Nabire dan Pemda Dogiyai. Pedoman klasifikasi kewilayahan untuk membentuk suatu Polres, yaitu dari Polres, Polsek dan Polsub yang dibagi juga dalam beberapa tipe dengan nilai kesatuan dan beberapa kriteria, yaitu salah satunya pemekaran wilayah yang telah diatur undang-undang dengan syarat sudah 11 tahun diusulkan dan ada pernyataan tertulis dari Pemda,” terang Brigjen Pol Yasdan.  Direncanakan, esok hari (11/03) Tim Srena Mabes Polri beserta rombongan akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Dogiyai dan melihat langsung Polsek Kamuu, Mapia dan kantor sementara Polres Dogiyai serta tanah Polres Dogiyai.(wan)