Tim Penggerak IPMADO Kota Studi Nabire Akan Dibentuk
NABIRE - Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Kabupaten Nabire akan bentuk Tim Penggerak untuk pemilihan badan
NABIRE - Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Kabupaten Nabire akan bentuk Tim Penggerak untuk pemilihan badan formatur IPMADO. Hal ini terkemuka saat rapat bersama anggota IPMADO Kota Studi Nabire, di Kalibobo putaran kontrakan Dogiyai, Selasa [20/4/2021] Sore.
Rapat dihadiri pembina organisasi IPMADO, Agustinus Tebai, Ketua Badan Pengurus IPMADO, Agustinus Pigai, ketua ikatan-ikatan lokal seperti LEHIM dan SIMAPITOWA, beserta puluhan anggota pelajar mahasiswa dan mahasiswi Dogiyai Kota Studi Nabire.
Agenda rapat yang telah dibahas diantaranya, pertama, pembahasan mengenai uang kontrakan/pembodohkan IPMADO, dana BLTA beserta uang akhir studi. Kedua, membicarakan Tim Penggerak IPMADO untuk pemilihan badan formatur IPMADO. Ketiga, pembahasan tentang kontrakan putra dan putri IPMADO Kota Studi Nabire.
Ketua Badan Pengurus IPMADO, Agustinus Pigai, mengatakan, dalam pembahasan tentang agenda pembentukan tim penggerak, akan dibentuk pada besok lusa.
"Apabila kita bentuk Tim Penggerak hari ini maka sesuai dengan mekanisme organisasi, sebab sesuai dengan undangan resmi yang dikeluarkan oleh badan pengurus adalah bukan pembentukan, namun membicarakan tentang Tim Penggerak," jelas Pigai dalam pembahasan agenda rapat kedua.
Lanjut Pigai, Badan Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Dogiyai akan mengeluarkan informasi lewat group mesengger terkait pembentukan Tim Penggerak, untuk persiapan pemilihan ketua badan formatur IPMADO.
Selaku pembina organisasi IPMADO, Agustinus Tebai, mengoreksi terkait perilaku pelajar mahasiswa/i IPMADO yang sering melakukan setiap pertemuan.
"Jangan terulang lagi apa yang ketua maupun anggota yang selalu lakukan seperti sebutan nama adik, kakak, senior, junior. Jangan menilai dalam sisi angkatan di sekolah maupun kampus. Sebab dalam organisasi non formal seperti ini adalah sama angkatan sebut saja kawan,” tegasnya Tebai.
Lanjut pembina, badan pengurus saat ini maupun akan terbentuk bahkan ikatan-ikatan lokal seperti LEHIM dan SIMAPITOWA, perlunya memahami mendalam terkait administrasi organisasi sekretaris.
“Sebab, selama ini kami dari pembina menilai dalam penulisan undangan tidak sesuai dengan resmi," tuturnya. (PPN/Musa Dumukoto)
Bagikan artikel ini



