NABIRE - Tim Pansel Kabupaten Dogiyai, melihat kedepan distrik yang terjauh perbatasan dengan beberapa kabupaten tetangga diantaranya, Kabupaten Deiyai, Timika, Kaimana dan Kabupaten Nabire dalam mengatasi masalah tapal batas antar kabupaten.

Kesempatan itu, Kadistrik Sukikai Selatan (Suksel) Kristianus Tagi, S.IP dalam arahan singkat menyampaikan masyarakat empat kampung memilih pemilihan kedua calon bakal DPRK memilih dapat mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) dan Pergub serta peraturan tata tertib yang berlaku. 

Dijelaskannya, masyarakat distrik dan alam Suksel mensetujui, atau menyepakati bersama mengusulkan kedua bakal calon DPRK mewakili Distrik Suksel, yakni Thobias F. Bunapa dan Rudolf Anou. Kedua bakal calon DPRK layak menjaga pagar perbatasan tapal batas, sehingga diharapkan Tim Pansel mengakomodir usulan tersebut.

"Kami masyarakat dan alam Suksel tahu bahwa masalah tapal batas adalah masalah mendasar yang harus diatasi dan dapat diselesaikan dengan kerja yang serius. Maka mereka dua ini layak jika kami masyarakat usulkan bakal calon sehingga berikan kesempatan bagi kami apabila tim Pansel peduli manusia, alam kekayaan Kabupaten Dogiyai berikan kesempatan kepada kami supaya semua ciptaan yang Tuhan berikan kepada kita jaga dengan pagar," katanya.

Apabila tidak diberikan kesempatan, Distrik Suksel, suatu ketika terjadi persoalan masalah tapal batas masyarakat jadi keributan, kacau dan korban. Semoga mulai dari sekarang berpikir yang positif jangan sampai pintu perbatasan orang pihak ketiga akan kuasai dan mudah masuk.

"Sebelum kita terlambat kata orang sebelum hujan sediakan payung agar supaya manusia, alam kekayaan Dogiyai bisa dapat terawat dengan baik dan selamat serta nikmati kita sendiri dari pada orang lain," tambahnya lagi, Sabtu (21/10/24), bertempat di halaman kediaman Natalis Bunapa, SP2 Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.

Pembentukan DPRK akan dihadiri oleh Kadistrik Suksel, kepala suku, sekretaris distrik, Kakam empat kampung, Bamuskam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan. Pemilihan atau pembentukan DPRK Distrik Suksel dapat terlaksana aman tanpa ada keributan.(modes)