Tiga Suku Besar di Nabire Tak Diperhatikan, Bupati Mesak Cucurkan Air Mata
NABIRE - Kabupaten Nabire adalah kabupaten tertua yang telah dimekarkan menjadi lima kabupaten kawasan di pegunungan tengah Papua.

NABIRE - Kabupaten Nabire adalah kabupaten tertua yang telah dimekarkan menjadi lima kabupaten kawasan di pegunungan tengah Papua. Namun sekian tahun pemerintah daerah tidak perhatian tiga suku besar di Kabupaten Nabire, yaitu Suku Ause, Suku Keuw dan Suku Moni. Hal ini membuat Bupati Mesak Magai, S.Sos, M.Si mencucurkan air mata disela-sela membawakan sambutan pada acara Pemerintah Nabire mendukung Nabire menjadi Kabupaten Layak Anak melalui Program Siap Kembali Belajar (PIJAR), Senin (13/12/21) di ruang rapat Setda Nabire.
Dikatakan Mesak Magai, bagian dari pada anak ketika kita pandang sebagai dari orang tua yang besarkan dan dibina kita semua ini anak-anak yang tidak terlepas selalu terikat bahwa tanggung jawab kita sekalian. Karena pemerintahan kedepan akan diambil oleh anak-anak kita ini.
“Kita yang sementara sedang bina dan tuntun maka bapak ibu sekalian kita bicara tentang Papua ini ketika saya ada di dalam agenda-agenda pertemuan departemen atau pemerintah pusat saya selalu bicara di Papua ini harapan harus kosentrasi enam kota sentral di Papua,” ujarnya.
Kota sentral di Papua yaitu Nabire, Merauke, Jayapura, Timika, Wamena dan Biak. Dari beberapa kabupaten kota sentral kawasan-kawasan, Nabire ini kota sentral. Kalau kita bicara kota sentral berarti kota akses yaitu di bidang yaitu, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur rata-rata ekonomi itu segala bidang maka itu kita ini dilibatkan untuk berperan aktif.
“Beberapa waktu lalu saya ketemu seorang hamba Tuhan yang tugas di daerah Koronau dan saya sudah ketemu tiga suku yang mendiami ketiga suku yaitu Suku Ause, Suku keuw dan Suku Moni. Sehingga saya setuju saya pakai sementara dengan pendeta itu bagaimana supaya anak-anak itu bagian dari Suku Ause, Keuw dan Moni mereka harus bersekolah seperti anak-anak kita yang lain. Suku keuw ini hanya 19 KK saja ini bisa menjadi suku punah. Sekian puluh tahun pemerintah Kabupaten Nabire tidak perhatikan, perhatian saya beberapa tahun kedepan suku-suku itu saya datangkan dalam kota sentral di Nabire biar pun mereka juga mendapat pendidikan yang baik,” paparnya.
Di dalam kegiatan pemerintah tahun depan, dirinya sudah sampaikan kepada panitia anggaran untuk mengalokasikan dana 1 milyar untuk datangkan anak-anak dari tiga suku itu. Hari ini kita bicara tentang Papua salah satu sumber daya manusia harus mendepankan untuk anak-anak kita kedepan kabupaten ini. Kata bupati, dirinya puas ketika anak-anak Ause, Keuw dan Moni menjadi bupati di daerah ini.
“Ini misi besar saya kemudian saya melihat kondisi tentang pendidikan Kabupaten Nabire, karena keterbatasan tenaga guru maka sangat kosentrasi untuk alokasikan dana hiba kepada yayasan yaitu Yayasan YPK, YPPK, Yayasan YPPGI Yayasan Yapis dan yayasan lainnya untuk mereka mengangkat tenaga-tenaga honorer mengisi kekosongan guru tapi saya sudah kondisikan dan sudah kategorikan bahwa sekolah yayasan berbanyak di Kabupaten Nabire adalah sekolah Yayasan YPK,” tuturnya. (modes)
Bagikan artikel ini



