NABIRE - Debat terbuka putaran pertama resmi dibuka Ketua KPU Kabupaten Nabire, Wihelmus Degei, di gedung auditorium LLP RRI Pro I Nabire, Sabtu (31/10/202).

debat terbuka putaran pertama dilaksanaan dalam kurun waktu 120 menit.

Debat menghadirkan tiga pasangan calon (Paslon),

nomor urut 1 Yufinia Mote berpasangan dengan Muhammad Darwis,

nomor urut 2, Mesak Magai berpasangan dengan Ismail Djamaluddin,

nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote berpasangan dengan Tabroni Bin M. Cahya. 

Debat terbuka yang dipandu oleh moderator Hendra Sanipar, dan tiga panelis ternama, Suroso, Titus Pekei dan Benny Kareth disiarkan langsung melalui link resmi KPU Nabire baik itu melalui Youtube, Twiter, dan Facebook, serta disiarkan langsung oleh LPP RRI Pro I dan Pro II Nabire.

Debat kali ini mengangkat tema sesuai dengan PKPU ‘Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah, Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dan Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan’. 

Disebutkan, ada lima segmen yang disiapkan moderator dalam debat tersebut.

Mengawali acara debat terbuka, ketiga Paslon bupati dan wakil bupati, masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misi jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Penyampaian visi misi diawali dengan paslon nomor urut 1, dilanjutkan ke nomor urut 2 dan terakhir paslon nomor urut 3. 

Masing-masing Paslon memaparkan visi misi berdurasi 5 menit yang diberikan oleh moderator. 

Dalam sesi tanya jawab masing-masing topik, 6 pertanyaan yang siapkan oleh tiga panelis selanjutnya moderator mempersilahkan masing-masing Paslon mengambil amplop pertanyaan dalam kotak segi empat tersebut secara acak.

Pertanyaan yang diambil Paslon dibacakan oleh moderator dalam dusrasi 2 menit dan dijawab ketiga Paslon dalam durasi 3 menit. 

Pada sesi terakhir (debat inspiratif, red) ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, diberikan kesempatan untuk saling melempar pertanyaan.

Paslon nomor urut 1 melempar satu pertanyaan kepada Paslon nomor urut 2 terkait menertibkan peredaran Miras di Nabire. 

Selanjutnya Paslon nomor urut 2 melempar pertanyaan kepada nomor urut 3 tentang pemberdayaan ekonomi tiga kawasan (Pesisir Kepulauan, Pegunungan dan Kawasan Perkotaan) dan Paslon nomor urut 3 melempar pertanyaan kepada nomor urut 1 terkait urgensi kepuasan pelayanan kepada masyarakat (service public) sebagai calon pimpinan daerah. 

Semua yang berkaitan dengan tema debat terbuka, terlihat sejumlah pertanyaan yang dilayangkan, baik dari masing-masing Paslon maupun dari penelis, ketiga paslon mampu menunjukan plus minus eksistensinya dan kemampuan mendalami persoalan dan dalam menjawab pertanyaan, dengan data dan argumen masing-masing Paslon.

Dengan keterbatasan akses jaringan internet yang masih membayangi kabupaten yang sudah berumumur 50 tahun ini, namun antero warga telah menyaksikan langsung melalui live streaming Youtube, Twiter, dan Facebook yang disediakan oleh KPU Nabire serta disiarkan langsung oleh LPP RRI Pro I dan Pro II Nabire.

Tentunya masyarakat Kabupaten Nabire sangat berharap ketiga Paslon ini, bila salah satunya terpilih sebagai bupati dan wakil bupati pada tanggal 9 Desember 2020, bisa mewujudkan janji-janjinya seperti yang tertuang dalam visi misi masing-masing yang telah disampaikan di depan publik.

”Debat kali ini Paslon bupati dan wakil bupati Nabire, ya semuanya bagus kendati ada yang kaku dan semua punya program dalam memajukan daerah yang kita cintai ini.

Biarlah masyarakat yang menentukan pilihannya saat di TPS, ” tutur Yosep Y, salah seorang warga Nabire, usai menonton debat terbuka lewat live streaming Facebook.(eby)