Tiga Agama Doa’kan Ultah Kampung Wadio
NABIRE – Tiga agama yang dianut warga, yakni agama Islam, Budha dan Kristen membawakan doa sesuai dengan caranya masing-masing untuk m
Bagikan
NABIRE – Tiga agama yang dianut warga, yakni agama Islam, Budha dan Kristen membawakan doa sesuai dengan caranya masing-masing untuk mendoakan Ulang Tahun (Ultah) Kampung Wadio ke-35. Doa tiga agama tersebut disampaikan dalam acara syukuran Ultah Kampung Wadio di Balai Kampung, Sabtu (25/11) malam. Mbah Darmo dipercayakan untuk mengucapkan doa syukur menurut agama Budha atas kehidupan warga SP III. Sutarto dari Agama Kristen menuji kebaikan Allah kepada warga Kampung Wadio selama ini sehingga bisa merayakan hari ulang ke-35 setelah 11 Kepala Keluarga (KK) menempati SP III Nabire. Sedangkan Iksanudin mendoakan usia 35 tahun Kampung Wadio menurut agama Islam. Sebelum tiga agama mendoakan Ultah, warga melakanakan Salawat Nabi (doa bersama) jamaah Islam sebagai pembuka acara syukuran dan penampilan Qasidah Asiva. Kepala Kampung Wadio, Nariyadi dalam acara syukuran atas 35 tahun Kampung Wadio mengajak seluruh warga untuk membina kebersamaan, kerukunan dan kedamaian di antara sessama warga dalam kehidupan sehari-hari seperti selama ini. Kebersamaan dan kedamaian yang ada selama hendaknya terus dipupuk dalam rangka mengejar Kampong Wadio yang aman, mandiri dan sejahtera menuju Kampung Wadio sebagai Kampung Unggulan. Untuk menuju Kampung Wadio sebagai kampung unggulan, Nariyadi mengajak warganya untuk terus aktif dan bekerja sama-sama di dalam setiap program pembangunan. Sementara itu, Kiai Ruhul Asri Nurlette dalam ceramah agama di depan warga Kampung Wadio mengajak untuk terus meningkatkan keimanan mulai dari sejak kecil. Meningkatkan keimanan umat Islam, diminta untuk terus membaca Al-quran setiap malam. Dan untuk membiasakan membaca ayat-ayat yang ada didalam kitab suci, harus dimulai dari keluarga, terutama kaum ibu. Imam kedua Masjid Alfalah ini mengingatkan hubungan seorang ibu dan anak sangat kominukatif. Karena, sudah ada hubungan batin antara anak dan ibu sejak di dalam kandungan ibu, selama 9 bulan 10 hari sebelum kontak dengan lain, sudah ada hubungan bathin antara ibu dan anak sehingga sangat efektif kaum ibu meletakan dasar-dasar keimanan anak dengan cerita-cerita agama. Kiai kelahiran Nabire ini menilai meletakan dasar-dasar keimanan sejak kecil ini penting karena anak-anak generasi muda pada masa kini gampang terpengaruh dengan kemajuan teknologi yang makin kencang. Pengaruh perkembangan teknologi dan pengetahuan ini tidak hanya remaja tetapi mulai merasuk hingga anak usia sekolah dasar. Mbah Darmo, sebelum menyampaikan doa untuk kampung mengajak agar setiap warga untuk melakukan olahraga setiap pagi. Karena olahraga ini penting untuk kesehatan kita. Apalagi, belakangan ini kebanyakan menderita dengan sakit gula. Untuk mengurangi kesehatan, perlu dicegah dengan olahraga setiap pagi. Acara syukuran tidak hanya syukuran yang diakhiri dengan makan bersama, tetapi untuk menyemarakan ulang tahun Kampung Wadio, warga juga meramaikan ulang tahun dengan hiburan berupa Reok Ponorogo dan dangdut dimulai pada Minggu (26/11) siang. Bahkan, dangdut dilanjutkan hingga Minggu malam. (ans)
Bagikan artikel ini



