NABIRE - Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, mendesak aparat keamanan bertindak tegas menangani konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Menurutnya, konflik tersebut telah menelan banyak korban jiwa sehingga tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan adat.

“Ini sudah menelan puluhan nyawa yang terjadi di Kabupaten Mimika. Seolah-olah di Mimika itu tidak ada hukum,” tegas Agustinus dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Kantor MRP Papua Tengah, Selasa (1/9/2026).

Agustinus menilai aksi saling bunuh yang terjadi merupakan tindak kriminal murni, sehingga harus diproses berdasarkan hukum positif. Ia menyoroti kekerasan yang bahkan terjadi di lingkungan rumah dan sekitar permukiman warga.

“Tidak ada persoalan adat yang terjadi di Mimika. Yang ada adalah kriminal murni. Perselingkuhan akhirnya korban nyawa berjatuhan,” ujarnya.

Ia meminta Kapolda Papua Tengah bersama Kapolres Mimika segera meningkatkan penegakan hukum dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pembunuhan.

Agustinus juga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. “Negara tidak boleh kalah dan hukum tidak boleh lemah ketika terjadi kekerasan di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut Agustinus, berbagai upaya persuasif dan penyelesaian melalui mekanisme adat sebelumnya telah dilakukan. Pemerintah juga telah memberikan dukungan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adat. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu menghentikan aksi kekerasan.

Dampak konflik, lanjutnya, tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai. Masyarakat dari suku lain yang tidak terlibat juga ikut terdampak, termasuk anak-anak sekolah dan perempuan.

Karena itu, ia meminta aparat segera mengambil langkah untuk menghentikan kekerasan agar konflik tidak meluas dan kembali menimbulkan korban jiwa.

MRP Papua Tengah, kata Agustinus, mendukung langkah tegas aparat dalam memulihkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika. Ia meminta Kapolda memerintahkan Kapolres Mimika meningkatkan penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti melakukan tindak pidana.

“Kita bukan membenci mereka, tapi kita harus menyelamatkan setiap nyawa yang ada. Bertindak untuk menyelamatkan rakyatnya, jangan ada lagi korban,” pungkasnya. (amd)