Tibai-Mabou Butuh Jalan Tembus Isolasi
NABIRE – Masyarakat dari Kampung Tibai dan Mabou Distrik Siriwo yang berada tapal batas antara Kabupaten Nabire dan Kabupaten Paniai m
NABIRE – Masyarakat dari Kampung Tibai dan Mabou Distrik Siriwo yang berada tapal batas antara Kabupaten Nabire dan Kabupaten Paniai merindukan adanya satu jalan masuk dari jaln Trans Papua untuk menebus isolasi yang selama ini mengkungkung masyarakat di belantara balik gunung. Karena, selama ini, masyarakat dari dua kampung ini terkurung oleh seramnya hutan di balik gunung.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Alpius Doney di ruang kerjanya, Selasa (20/4) mengatakan, selama ini masyarakat melintas melalui jalan tikus ke jalan Trans Papua tujuan Siriwo – Nabire atau ke Dogiyai dan sebaliknya. Masyarakat setempat terpaksa jalan di belantara sepanjang 60 KM menurut ukuran GPRS.
Oleh karena itu, kata Doney, jalan masuk ke Kampung Tibai terus ke Kampung Mabou menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat agar masyarakat di tengah belantara di balik gunung ini terbuka sehingga akses daratnya terjangkau.
Ketika ditanya pelayanan pemerintah seperti Sekolah Dasar dan Puskesmas Pembantu, legislator asal Kampung Mabou ini menjelaskan ada satu SD di Kampung Tibai. Tetapi, sayang, tidak ada guru sehingga anak-anak usia sekolah dari Kampung Tibai dan Mabou belum menikmati pendidikan dasar. Kalaupun ada guru, tidak bertahan lama. Sementara di Kampung Mabou, tidak ada sekolah tetapi hanya satu Pustu. Itupun nasibnya sama dengan SD di Kampung Tibai.
Doney menambahkan, kekurangan tenaga pengajar di SD Tibai ini pernah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire tetapi tidak ada tanggapan. Malah dari Dinas menganjurkan agar masyarakat mencari sendiri guru yang bisa betah di tengah belantara dan melaporkan kembali ke Dinas. Walau demikian, masyarakat juga bingung tempatkan siapa yang bersedia bertahan di tengah hutan.
Sebagai wakil rakyat yang juga berasal dari Kampung di tengah belantara ini hanya menuturkan, masyarakat sangat merindukan adanya jalan darat tembus ke dua kampung tersebut bersama jembatan Kali Degeuwo. Oleh sebab itu, Doney meminta pemerintah Kabupaten Nabire agar membuka jalan masuk ke Kampung Tibai dan Mabou dari KM 161 jalan Trans Papua.
Untuk membuka jalan ke dua kampung tersebut, putera Mabou ini berharap agar pemerintah bersama konsultan dan pengusaha agar mengikuti petunjuk masuk jalan dari masyarakat setempat. Karena, masyarakat tahu dan kenal alamnya.
Anggota legilstaif ini juga mempertanyakan adanya laporan pertamggungjawaban pemerintah Kabupaten Nabire yang menyatakan sudah membuka jalan darat ke Kampung Tibai dan Mabou. Dalam laporan disebutkan sudah selesai dan diaspal. Karena kenyataannya tidak ada jalan masuk ke Kampung Tibai dan Mabou dari jaln Trans Papua. (ans)
Bagikan artikel ini



