Thomas Sondegau Bantu Warga Intan Jaya Dampak Konflik
NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Papua, Thomas Sondegau,
NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Papua, Thomas Sondegau, ST, Rabu (3/3/2021) siang menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Intan Jaya, yang mengungsi ke Kabupaten Nabire maupun Kabupaten Mimika.
Dirinya dalam waktu dekat juga akan turun langsung ke Intan Jaya menyerahkan bantuan yang sama.
Sebagai bentuk kepedulian akan kejadian di Intan Jaya dan atas nama kemanusiaan, Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua itu menyalurkan bantuan Bahan Makanan (Bama) berupa beras dan mie instan kepada masyarakat Intan Jaya melalui pihak Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP).
Hal itu bertepatan masa reses dan kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil) IV Papua, mencakup Nabire, Dogiyai, Paniai, Deiyai dan Mimika guna menjaring aspirasi dan ketemu serta bertatap muka dengan masyarakat setempat.
Anggota DPR Papua, Thomas Sondegau, ST, menyerahkan bantuan kepada pengungsi asal Kabupaten Intan Jaya, yang berada di Nabire, lewat Sekretariat KAPP Peduli Intan Jaya yang terletak di bilangan putaran 2 Kalibobo, Kabupaten Nabire itu usai dirinya memberikan wejangan dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat Intan Jaya yang ketakutan meninggalkan kampung halaman pasca kontak tembak antara TNI/Polri dengan KKSB.
Rencana bila tidak ada halangan, Jumat (lusa, red), dirinya akan turun ke Intan Jaya dalam rangka menyerahkan bantuan dan bertemu secara langsung kepada masyarakat yang berdampak konflik selama ini di Kabupaten Intan Jaya.
Dikatakan Thomas kepada awak media ini, kehadirannya di tengah-tengah pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua ini untuk mendukung mereka.
Yang mana sudah bergerak untuk membantu masyarakat Intan Jaya yang mengamankan diri ke Nabire maupun ke Timika.
Ini, lanjut Thomas, untuk kepentingan kemanusiaan.
Sehingga dirinya hadir untuk memberikan dukungan kepada adik-adik yang tergabung di KAP Papua Kabupaten Intan Jaya.
Melihat persoalan di Intan Jaya, Thomas Sondegau, menilai bahwa selama ini mungkin masyarakat melihat kejadian atau persoalan Intan Jaya hanya di Distrik Sugapa dan Hitadipa.
Padahal terjadi juga di distrik-distrik lain, seperti di Wandai, Mbiandoga, Agisiga dan distrik lainnya.
Dan rata-rata mereka ini mengungsi ke Nabire dan Mimika.
Untuk itu, menurutnya perlu ada penanganan serius terhadap masyarakat ini selain masyarakat yang ada di Intan Jaya yang dapat dikatakan dalam keadaan kesulitan beraktifitas.
Masyarakat Intan Jaya yang ada di atas, mau ke kebun takut dan mau berkerja juga was-was.
Sehingga tambah Thomas, perlu ada campur tangan semua pihak untuk membantu dan memulihkan kondisi Kabupaten Intan Jaya pasca konflik yang terjadi sejak 2019 lalu.
“Banyak masyarakat yang turun ke Nabire ataupun Timika karena merasa tidak aman.
Mereka berada di rumah keluarga bukan ditenda atau tempat pengungsi.
Bagaimanapun juga mereka butuh bantuan, sehingga kami hadir selaku wakil rakyat dari Dapil 4 Papua untuk memperhatikan mereka,” katanya.
Pada kesempatan itu, yang utama Ketua Fraksi Demokrat DPR Papua itu mengharapkan kepada semua pihak untuk dapat menahan diri.
Dan mari sama-sama menjaga daerah agar aman dan tentram, sehingga pembangunan Kabupaten Intan Jaya yang dalam 2 tahun terakhir ini tidak berjalan baik.
Tak lupa pada kesempatan itu, atas nama anggota DPR Papua memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, yang mana terus berupaya untuk memulihkan situasi dan kondisi, termasuk pihak aparat keamanan TNI/Polri serta dari kelompok seberang dengan situasi yang mulai kondisi dalam pekan ini.
“Ini kita harapkan tetap bertahan seterusnya agar pembangunan Kabupaten Intan Jaya dapat berlangsung dengan baik.
Kalau situasi dan kondisi daerah aman dan kedua belah pihak dapat mengendalikan diri pastinya daerah hingga pembangunan juga dapat berjalan dengan baik.
Kita do’akan agar kedepan Intan Jaya dapat maju dan bisa berkembang seperti kabupaten lainnya di Papua maupun lainnya di Indonesia,” pungkasnya.(wan)
Bagikan artikel ini



