NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, mengemukakan gagasan terkait penataan wilayah Wonorejo dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) yang diselenggarakan di aula RRI pada Selasa (29/04/2025). Dirinya menyampaikan potensi kawasan Wonorejo, yang direncanakan menjadi terminal provinsi antar kabupaten, untuk menjadi lokasi baru bagi Pasar Karang Tumaritis.

Menurut Mesak Magai, keberadaan terminal provinsi di Wonorejo membuka peluang untuk menertibkan berbagai aspek di wilayah tersebut. Dirinya menyinggung keberadaan workshop Pekerjaan Umum (PU) seluas satu hingga dua hektare di sekitar area tersebut. Bupati melihat potensi lahan ini dan kawasan terminal secara keseluruhan sebagai lokasi yang lebih strategis untuk Pasar Karang Tumaritis.

Alasan utama relokasi ini didasari oleh perubahan status Pasar Karang Tumaritis. Dahulu, pasar ini berada di pinggir kota, namun seiring perkembangan wilayah, kini pasar tersebut berada di dalam kota, bahkan termasuk dalam wilayah protokoler Provinsi Papua Tengah. Kondisi ini dinilai kurang ideal dengan visi pengembangan kota yang lebih tertib dan teratur.

Gagasan ini sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo saat pertemuan dengan para kepala daerah di Magelang. Presiden menekankan pentingnya menjadikan kota sebagai tujuan wisata dengan menertibkan berbagai aspek seperti pengelolaan sampah, baliho, dan iklan. Instruksi ini akan diteruskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk menertibkan keberadaan baliho di Nabire.

Mesak Magai juga menyampaikan pengalamannya mengikuti rapat kerja para bupati, di mana Gubernur Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian besar pada peningkatan pelayanan kesehatan. Meskipun rumah sakit daerah provinsi belum berdiri, gubernur saat ini fokus pada pembenahan dua rumah sakit kabupaten, yaitu Rumah Sakit Timika untuk melayani Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Puncak, serta Rumah Sakit Nabire untuk melayani Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Nabire.

 Sebagai tindak lanjut, telah dilakukan diskusi antara gubernur, kepala dinas kesehatan provinsi, dan kepala dinas kesehatan Nabire. Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Nabire, termasuk penataan manajemen rumah sakit secara teknis di masa mendatang.

Bupati Magai mengungkapkan bahwa RSUD Nabire telah menerima perhatian dan bantuan signifikan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah sejak tahun 2023. Bantuan tersebut bahkan berupa pembangunan gedung rawat inap dua lantai (Mes) di dalam kompleks rumah sakit.

Inisiatif relokasi Pasar Karang Tumaritis ke kawasan Terminal Wonorejo dan fokus pada peningkatan mutu layanan kesehatan menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah dalam menata wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, mendukung potensi wisata, dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire dan sekitarnya.

Rencana ini masih dalam tahap awal dan memerlukan kajian lebih lanjut serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan implementasinya berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(sam)