Terkait Dugaan Keracunan MBG, Wakil Bupati Minta Warga Tunggu Hasil Lab

NABIRE - Wakil Bupati Nabire, Burhannudin Pawennari, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden medis yang menimpa sejumlah siswa SD Inpres Oyehe setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam keterangannya usai kegiatan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Aula Dinas Pendidikan Nabire, Senin (20/4/2026), ia menegaskan peristiwa tersebut sejauh ini masih berstatus dugaan dan belum bisa disimpulkan sebagai keracunan makanan secara pasti.
Burhannudin menjelaskan dugaan ini muncul setelah beberapa siswa menunjukkan gejala alergi sesaat setelah menyantap makanan tersebut, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dikirim ke Balai POM Jayapura. Kepastian mengenai penyebab utama insiden ini sepenuhnya bergantung pada hasil uji laboratorium yang sedang berjalan.
Terkait kondisi para siswa, Wakil Bupati Nabire memastikan Satgas, Korwil dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat telah melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit. Kabar baiknya, kondisi kesehatan para korban telah membaik dan seluruh biaya perawatan medis sepenuhnya ditanggung oleh negara. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi para siswa hingga pulih total.
Sebagai langkah antisipasi di masa depan, Pemerintah Kabupaten Nabire berencana memperketat pengawasan dan frekuensi inspeksi mendadak ke setiap SPPG di wilayah tersebut. Pengecekan langsung akan dilakukan secara rutin guna memastikan standar keamanan pangan terjaga dengan ketat. Hal ini bertujuan agar dampak negatif serupa tidak terulang kembali dan meminimalisir risiko bagi para penerima manfaat program.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Burhannudin mengimbau warga untuk tetap berpikiran positif terhadap program MBG. Menurutnya, program ini adalah inisiatif strategis dari Presiden dan Wakil Presiden RI untuk meningkatkan kecerdasan serta kesehatan anak-anak sekolah.
Ia meminta masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan, karena tujuan utama program ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Menutup keterangannya, Wakil Bupati menegaskan program MBG merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Meski ada kendala teknis atau kemungkinan kelalaian yang memicu insiden ini, ia berharap visi besar negara untuk menciptakan anak-anak yang sehat dan cerdas tetap mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat di Nabire.(amd)
Bagikan artikel ini



