NABIRE - Terkait bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP), pada Senin (11/5/26), anggota DPR RI Komisi III, Dr. Soedeson Tandra, SH., M.Hum, dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua Tengah bertemu langsung dengan para murid dan orang tua SD YPK Sion Nabire dan disambut dengan tarian adat.

Perlu diketahui, bahwa pada tahun 2025 lalu, Wakil Rakyat Soedeson Tandra juga telah memberikan perhatian ke SD YPK Sion Nabire. Di mana, ada 284 murid dari SD YPK Sion Nabire mendapatkan bantuan dana PIP dan kini dirinya kembali untuk mensosialisasikan lagi kepada orang tua murid agar dapat dipahami bersama.

Karena di tahun 2026 ini Soedeson Tandra juga kembali memperjuangkan dana PIP bagi anak–anak sekolah di wilayah Provinsi Papua Tengah dan disetujui hanya 2.500 anak yang penerima bantuan beasiswa PIP di luar dana PIP reguler dan dipastikan SD YPK Sion Nabire akan mendapatkan kuota yang lebih besar.

Dalam kegiatan sosialisasi berlansung di Aula SD YPK Sion Nabire, legislator dari Golkar ini mengatakan, yang membutuhkan dana bantuan beasiswa itu banyak, namun dananya itu sedikit. 

“Kita harus pahami bersama bahwa tujuan dari pendidikan itu untuk merubah sesuatu menjadi baik, karena hasil dari pendidikan kita bisa mejadi pelayan masyarakat. Kehadiran saya ke Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah untuk mencari jumlah anak yang lebih banyak, agar anak-anak Papua juga mempunyai kesempatan mendapatkan pendidikan di luar Papua dan kelak anak-anak ini akan kembali bekerja dan melayani masyarakat Papua sendiri,” terangnya.

Selain memberikan perhatian ke anak-anak yang ada di Sekolah Dasar (SD), pada kesempatan ini dirinya juga sedang perjuangkan dua anak Papua asli yang sekolah di Fakultas Kedokteran untuk mendapatkan biaya studi dan kini sudah ada satu anak dari Mimika dan diharapkan satu anak lagi dari Nabire.

Usai memberikan materi sosialisasi, Seodeson Tandra kembali membuka diskusi langsung dengan orang tua murid SD YPK Sion yang hadir guna menjaring aspirasi. “Makin hari kami akan mencari jumlah anak-anak Papua yang lebih banyak agar mereka juga punya kesempatan untuk mendapatkan Pendidikan,” tutupnya. (des)