Tentang Senjakala Manusia Ekonomi

Esai : Abdul Munib*
Dalam sebuah literatur saya tertarik dengan frasa : kedepan peradaban manusia akan sampai pada peradaban manusia budaya, seiring berakhinya peradaban manusia ekonomi. Sepintas, -melihat semua orang Indonesia makin 'kedonyan' alias hubbud dunia, ungkapan diatas seperti kurang meyakinkan. Mosok iyo ? Tapi yang berkata itu seorang ulama besar Syahid Murthadha Mutahari dalam kitabnya Tafsir Semesta.
Modal saya sebagai orang Indonesia untuk mencoba meyakini ini adalah adanya pasal 33 dan 34 UUD 45. Berikut penjelasan lebih rinci tentang Pasal 33 UUD 1945:
Ayat (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Asas kekeluargaan ini mengutamakan kebersamaan dan kepentingan bersama dalam kegiatan ekonomi.
Ayat (2):
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Hal ini berarti negara memiliki peran penting dalam mengendalikan dan mengatur kegiatan ekonomi yang berdampak besar pada masyarakat.
Ayat (3):
Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Ini berarti sumber daya alam yang ada di Indonesia dikelola oleh negara untuk kepentingan bersama.
Ayat (4):
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Demokrasi ekonomi berarti perekonomian diselenggarakan dengan melibatkan seluruh masyarakat dan memperhatikan kepentingan bersama.
Dan Berikut adalah bunyi Pasal 34 UUD 1945 itu :
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Setelah membaca dengan teliti dan seksama, dan jika direnungkan dalam-dalam dua pasal diatas, sangat identik dengan sila kelima Pancasila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun kita tahu semua, sejak Barat melalui Amerika memenangkan perang proksi, dalam hal ini Perang Dingin di Indonesia lewat meletusnya G30S PKI, sejak itu pemerintah Indonesia jadi ke-Barat-baratan. Notma sistem New Order (Orde Baru) lah yang men-shootdown Sila kelima dan dua pasal diatas, dan secara lunak memberlakukan kembali penjajahan melalui investasi modal asing dan utang negara besar-besaran.
WS Rendera memotret munculnya fenomena Cukong mengangkangi Indonesia di tahun 1977, saat Sajak Sebatang Lisongnya dibacakan. Cokung, Konglomeratol dan Oligarki sama saja artinya, jadi trend desain ekonomi Indonesia sampai sekarang. Semangat ingin jadi seperti Amerika yang ditumbuhkan melalui slogan Pembangunan. Kata Pembangunan jadi sihir yang menjalar. Kata pembangunan menjadi eliksir, dimana yang dianggap menentangnya akan mati celaka dan yang mendukungnya dijanjikan kesejahteraan.
Dan realitasnya berbading terbalik. Sejak Sajak Sebatang Lisong dibacakan tahun 1977 sampai sekarang, cukong, konglomeratol dan oligarki, malah semakin menyala. Justru pribadi atau person lah yang memegang kendali hajat hidup orang banyak. Bukan negara. Konstitusi di teori lain di pelaksanaan lain.
Kondisi inilah yang membuat kini AS kalah jauh dari China disektor perkembangan senjata pertahanan. AS bersandar pada swasta Lockheed Martin. Sedangkan di China langsung dibawah negara. Ketika ganti presiden baru, Lockheed Martin dibuang. Donal Trumph lebih pilih Boeing, walaupun tak ada pengalaman buat jet. Ekonomi AS juga dipinggiri jurang, jurus perang tarif tak mempan untuk China sekarang yang tangguh. Dan dunia sekarang cenderung seperti Iran yang tak takut pada AS.
Dalam sebuah wawancara podcast Dina Sulaiman dan orang Indonesia yang jadi warga negara Rusia, Albert Muhamad, model demokrasi Sosial Demokratik Rusia saat ini, menjanjikan dan menjadikan warga negara betul-betul disentuh keadilan yang nyata.
Ceritanya, ketika seorang anak lahir, negara dalam hal ini petugas Dukcapil Rusia keesokan harinya datang tanya nama bayi itu untuk dibuatkan akta lahirnya gratis. Besoknya akta kelahiran sudah tiba di rumahnya. Lalu Ibu bayi boleh mengambil cuti menyusui dua atau tiga tahun tanpa dipecat oleh kantornya.
Begitu juga saat si bayi sudah menginjak usia sekolah, negara dalam hal ini petugas pendidikan datang ke rumah tanya mau sekolah dimana, untuk diurus berkas persyaratannya juga secara gratis.
Kalau ada warga nganggur tak ada pekerjaan, tinggal telpon negara dalam hal ini dinas tenaga kerja, warga akan dicarikan kantor atau perusahaan apa untuk mempekejakan warga itu. Dari angka pajak perusahaan, negara tahu perusahaan untungnya berapa sehingga besaran untung harus menampung warga kerja. Kalau menolak perusahaannya akan dibeli/diambil alih oleh negara. Sehingga ketika Putin putuskan negaranya perang, karena terus didesak NATO, rakyatnya santai saja tak ada yang demo.
Berikutnya tentang harga bensin dan harga tol di Malaysia dan di Indonesia. Juga tentang UMR di dua negara. Seharusnya warga Malaysia lebih bersyukur karena harga bensin dan harga tol bedanya jauh sekali. Lebih murah di Malayasia. Indonesia sepertiga lebih mahal. UMR Indonesia jauh di bawah. Tapi rakyat Indonesia tetap bersyukur, tetap semangat dan terus berjuang. Mereka tetap mencintai bangsa dan negaranya. Sedangkan urusan pejabatnya pada korup itu di akhirat mereka tak akan selamat.
Runtuhnya mazhab pemikiran kapitalisme yang diusung Barat selama lima abad belakangan, dengan memuluskan segelintir keluarga freemason atau elit global, membuka gerbang baru yang dideskripsikan oleh dua pasal UUD 45 di atas. Kekayaan person akan tak lagi tanpa batas seperti sebelumnya. Negara harus berada di tangan pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya. Setiap orang dapat punya milik sesuai dengan nilai keahlian bidang jasa atau barang dagang yang dimilikinya.
Tak ada lagi hegemoni diatas planet bumi ini. Antar bangsa duduk dan berdiri sejajar, saling menghormati dan menghargai. Generasi baru Amerika dan Eropa akan meninggalkan tabiat lamanya moyangnya sebagai penjajah. Dia harus bisa menyesuaikan kehidupan baru duduk manis menjadi anak baik peradaban baru, dan bisa menghargai bangsa lain.
Gemeretak keruntuhan peradaban Barat sudah dirasakan dimana-mana. Bangsa kita harus persiapan menyongsong era baru peradaban multipolar. Amputasi atas semua proksi Barat akan berlangsung di pelbagai belahan dunia secara serentak.
Tentu semua perubahan yang diharapkan seperti diatas tidak datang dengan tiba-tiba tanpa upaya kita bersama. Presiden Prabiwo gabung BRICS, artinya pro multipolar menolak unipolar hegemoni Barat. Kita men-shootdown orbit kita pada New Order selama hampir enam dekade. Waktu yang cukup lama kita mengistirahatkan norma sistem Kekuasaan sesuai falsafah Pancasila dan konstitusi UUD 45. Kita perlu reset sistem pendidikan kita sesuai falsafah dan konstitusi. Berikan penggemblengan karakter Pancasila sejak PAUD, TK dan kelas 3 SD. Baru pengajaran dimulai sejak kelas 4 SD. Generasi ini yang akan menjadikan Indonesia Emas. Generasi Negeri Falsafah yang dipimpin oleh seorang Raja Resi. Yang mengerti kedudukan dirinya diatas bumi, diantara manusia dan dihadapan Tuhannya.
Esais adalah Penanggung-Jawab Harian Pagi Papuapos Nabire dan Pappuapos TV
Bagikan artikel ini



