NABIRE - Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Yohanes Tebai, mewakili Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, menyampaikan tenaga kesehatan merupakan persoalan yang penting dan masalah kesehatan adalah menjaga keselamatan jiwa manusia dan juga lulusannya harus memiliki kompetensi.

"Kompetensi bukan hanya memeriksa atau melaksanakan pelayanan kesehatan, namun kompetensi bagaimana mencari dan menyeimbangkan diri terhadap pekerjaan," kata Yohanes dalam sambutannya di Wisuda Poltekkes Nabire, bertempat di Aula Poltekkes Nabire, Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, di sini agar lulusan Politeknik Kesehatan Nabire untuk dituntut agar berkreatifitas, dan mengembangkan diri dalam bagaimana mencari peluang.

"Pekerjaan dan kompetensi harus di tingkatkan, bukan hanya di dalam pelaksaannya namun juga harus mencari peluang," ujarnya.

Ia menekankan dalam proses wisuda di Poltekkes Nabire, agar lebih melihat peluang dan melakukan panggilan perawat ke rumah-rumah dan bisa mengembangkan diri untuk membuka praktek.  

Dalam prosesi Sidang Terbuka Senat Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jayapura, wisuda ke24 program pendidikan profesi, sarjana terapan dan diploma III tahun akademik 2024/2025. Tema dalam sidang terbuka dan lulusan tahun 2024/2025, ialah menjadi institusi pendidikan tenaga kesehatan yang unggul, produktif dan berwawasan global tahun 2029.

Dalam proses wisuda tersebut dihadiri Direktur Poltekkes Nabire, Sukatemin serta dosen-dosen dan Plt Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Budi Kristanto, STP,. M.Si, dalam siaran online serta dihadiri orang tua Mahasiswa Poltekkes Nabire.(edi)