Tari Jadi Jalan Anak SLB Petra Berkarya

NABIRE — Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Pesan tersebut terlihat dari penampilan anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire yang tampil membawakan tarian dalam penyambutan tim visitasi Institut Anigou Nabire di halaman SMK Kesehatan Anigou Nabire, Jumat (7/8/2026).
Di bawah bimbingan guru sekaligus pelatih tari, Titin dan Yuli, anak-anak SLB Petra menunjukkan kemampuan mereka mengekspresikan bakat dan minat melalui seni tari.
Meski sebagian peserta didik memiliki hambatan pendengaran dan bicara, kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk tampil percaya diri di hadapan para tamu dan undangan.
Dengan gerakan yang kompak, anak-anak SLB Petra mengikuti irama dan rangkaian gerakan tari secara bersama-sama. Penampilan tersebut menjadi hiburan sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan ruang, pendampingan, dan kesempatan.
Titin dan Yuli mengatakan seni tari menjadi salah satu media bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan bakat dan minat mereka.
Keduanya berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh lebih mandiri di masa depan.
“Kekurangan mereka bukan berarti menjadi hambatan. Anak-anak juga bisa dan mampu,” ujar Titin dan Yuli.
Menurut mereka, dukungan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar anak-anak dengan disabilitas tidak merasa memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi diri.
Mereka juga mengajak masyarakat memberikan perhatian dan kesempatan yang sama kepada anak-anak SLB Petra untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai ruang publik.
Penampilan tari dalam penyambutan tim visitasi Institut Anigou Nabire menjadi salah satu momentum bagi anak-anak SLB Petra untuk memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat luas.
Bagi para siswa, panggung tersebut bukan sekadar tempat menampilkan tarian. Lebih dari itu, setiap gerakan menjadi bentuk keberanian untuk menunjukkan bahwa mereka juga mampu berkarya, berprestasi, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial.
Melalui seni tari, anak-anak SLB Petra Nabire diharapkan semakin percaya diri, mampu mengembangkan potensi, serta memiliki bekal menuju kemandirian.
Keterbatasan pendengaran dan bicara bukan akhir dari mimpi. Dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, anak-anak SLB Petra membuktikan bahwa mereka juga mampu tampil, berkarya, dan menginspirasi. (des)
Bagikan artikel ini



