Tanggung Jawab Uang Honorer Guru Bantu dari Dinas P dan P
DEIYAI – Pembayaran uang honorer atau disebut uang lembur bagi para guru bantu yang tersebar di sekolah SD, SMP dan SLTA di wilayah kabupaten Deiyai sudah menjadi tanggung jawab Dinas P dan P sebagai dinas teknis. Pembayaran uang honorer bagi tenaga guru bantu yang diber
Bagikan
DEIYAI – Pembayaran uang honorer atau disebut uang lembur bagi para guru bantu yang tersebar di sekolah SD, SMP dan SLTA di wilayah kabupaten Deiyai sudah menjadi tanggung jawab Dinas P dan P sebagai dinas teknis.
Pembayaran uang honorer bagi tenaga guru bantu yang diberikan dari dinas P dan P Kabupaten Deiyai sebagai satu kepedulian pemerintah daerah terhadap tenaga guru bantu yang membantu pemerintah di bidang pendidikan di daerah Deiyai.Kepala Dinas P dan P Deiyai, Pither Adii, kepada wartawan media ini menjelaskan, tanggung jawab terhadap uang honorer bagi tenaga guru bantu yang ada setiap sekolah di wilayah Deiyai, sudah ada perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas teknis yaitu Dinas P dan P Deiyai. “Kalau dari masing-masing sekolah untuk uang honorer bagi tenaga guru bantu terpulang kepada para kepala sekolah, sehingga kami di Deiyai ini tidak seperti di kabupaten lain, yaitu dalam pembayaran uang honorer bagi tenaga guru bantu yang ada di sekolah SD sampai Perguruan Tinggi,” katanya. Oleh sebab itu, Kata Pither Adii, para guru bantu tidak perlu protes lagi kepada Dinas P dan P soal perhatian dari pemerintah daerah, karena uang honor yang diberikan dari dinas adalah salah satu bentuk perhatian dari pemerintah daerah. “Soal menjadi pegawai negeri itu kembali kepada para pribadi dan kepala sekolahnya. Karena yang menerima guru bantu bukan dari dinas P dan P, tetapi yang menerima adalah kepala sekolah, sehingga hal itu dapat dipahami dengan baik, agar jangan terjadi protes nantinya,” tandasnya.Dalam hal perhatian dari dinas, kata Kadis P dan P Deiyai ini, setiap triwulan selalu memberikan uang honor kepada masing-masing tenaga guru bantu yang berjumlah sekitar ratusan guru yang sedang mengajar di sekolah SD sampai di tingkat SLTA bahkan di perguruan tinggi yang ada di Deiyai. “Kami dari Dinas P dan P, selalu berikan uang honor sebesar Rp 1.500.000 per guru bantu, dalam tiga bulan sekali, sehingga para guru bantu dapat jalankan tugasnya saja, tentu dinas dapat terus memberikan perhatian serius,” katanya.Dia juga mengharapkan, para guru honor jalani tugas bantu kepada anak-anak karena tugas yang dijalankan adalah bagian dari membantu pemerintah daerah dalam membangun Deiyai, khususnya di bidang pendidikan, maka tugas yang jalankan tentu akan diperhitungkan oleh Yang Maha Kuasa. “Soal perhatian dari pemerintah daerah tentu akan seriusi, maka mari terus bergandengan tangan membangun Deiyai yang kita cintai ini,” urainya. (henbob)
Bagikan artikel ini



