Tanggapi Rencana Demo di Nabire, Kepala Suku Besar Meepago Angkat Bicara

NABIRE - Dalam pernyataan resmi Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, menekankan dua poin penting terkait dengan kegiatan demo nasional dan antisipasi potensi gangguan keamanan.
Di mana Keiya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah.
Menurut Melkias, kebebesan berpendapat memang di jamin UndangUndang (UU), namun pelaksanaannya tetap harus mengedepankan cara-cara yang damai, tertib dan tidak merugikan orang lain.
Saya mengajak masyarakat Meepago dan Papua Tengah apabila ingin menyampaikan aspirasi hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan hukum yang berlaku, ujarnya.
Dan kepada masyarakat jangan sampai terjebak dalam provokasi yang berujung pada tindalan anarkis, karena itu hanya membawa kerugian bagi diri sendiri, keluarga dan Masyarakat. Harus ingat keamanan dan kedamainan di tanah Papua adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat keamanan.
Dalam kesempatan itu, kepala suku besar Meepago dalam rilisnya, Minggu (31/8/2025) juga mengimbau, terkait demo nasional, dirinya meminta masyarakat harus waspada terhadap potensi gangguan keamanan di lingkunan masyarakat berada.
Untuk itu, Melkias mengajak masyarakat untuk menjaga kampung, distrik dan kabupaten masing-masing dan diharapkan masyarakat juga jangan mudah percaya beritaberita yang tidak jelas sumbernya dan masyarakat harus bijak menilai informasi dan tetap mengutamakan persatuan dalam persaudaraan di Papua Tengah.
Kepada para pemuda dan mahasiswa yang merupakan garda terdepan bangsa perlu ingat bahwa kalian adalah penerus masa depan bangsa, pemegang tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang.
Untuk itu, jangan sia-siakan masa muda dengan halhal yang merusak diri. Jika ingin menyampaikan pendapat lakukan dengan damai, cerdas dan bermartabat.
Saya harapkan kepada masyarakat Papua Tengah mari jaga kedamaian, tidak mudah terpengaruh isu-isu menyesatkan dan selalu mengedepankan semangat persaudaraan demi masa depan yang lebih baik. Tanah Papua tanah damai, mari kita jaga dan rawat demi anak dan cucu kita nanti, pungkasnya.(des)
Bagikan artikel ini


