NABIRE – Persoalan kepemilihan tanah di daerag Waroki, Nabire yang direncanakan untuk pembangunan Markas Brigif masih menjadi polemik beberapa pihak dan terkait hal dalam tahap pembahasan awal serta akan dilanjutkan melalui pertemuan berikutnya.

Pertemuan dilaksanakan di RBP Mapolres Nabire, Rabu (4/03/2026) ini, dimediasi langsung Kapolres Nabire dan dihadiri Dandim 1705 Nabire Letkol Dwi Palwanto, jajaran Brigif TP 82, perwakilan Pemerintah Kabupaten Nabire, unsur lembaga adat, kejaksaan, badan pertanahan serta dihadiri sejumlah masyarakat selaku pemegang sertifikat tanah tersebut.  

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, menegaskan persoalan kepemilikan tanah di wilayah Waroki yang diperuntukkan bagi pembangunan Markas Brigif saat ini masih dalam tahap pembahasan awal dan akan dilanjutkan melalui pertemuan berikutnya dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

Dalam keterangannya, Samuel menyebut pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk menginventarisasi dan mendengarkan seluruh masukan dari para pihak terkait menyangkut klaim kepemilikan lahan di Waroki. Pemerintah daerah dalam forum itu diwakili oleh Asisten I mewakili Bupati Nabire, sementara unsur adat diwakili Ketua Lembaga Adat, Herman Sayori.

“Hari ini kita duduk bersama untuk membicarakan persoalan terkait kepemilikan tanah yang ada di Waroki dalam rangka pembangunan Brigif. Ini pertemuan pertama dan agendanya mendengarkan semua masukan,” ujar Tatiratu.

Ia menjelaskan, dari hasil pertemuan tersebut belum diambil keputusan final karena masih terdapat dua pihak yang belum hadir. Oleh karena itu, diperlukan pertemuan lanjutan guna menghadirkan seluruh pihak serta membawa dokumen masing-masing untuk proses autentifikasi dan verifikasi kepemilikan tanah.

Kapolres Nabire pun menegaskan pendekatan yang dilakukan mengedepankan musyawarah dan keterbukaan, agar persoalan dapat diselesaikan secara komprehensif dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Sementara itu, situasi keamanan selama pertemuan berlangsung terpantau aman dan kondusif. Pertemuan selanjutnya akan dijadwalkan kembali setelah seluruh pihak yang berkepentingan dapat hadir dan melengkapi dokumen pendukung. “Kita akan agendakan lagi pertemuan berikutnya jika seluruh pihak sudah lengkap. Untuk sementara situasi aman dan terkendali,” pungkasnya.(wan/amd)