NABIRE - Tidak benar pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Waroki tidak berjalan selama satu bulan lebih pasca kejadian Waroki tanggal 19 Juni 2024 lalu. Pustu Waroki hingga hari ini, Selasa (13/08/24), tetap melayani masyarakat. Pustu tidak tutup, aktifitas pelayanan kesehatan tetap dilakukan.


Hal ini dikatakan penanggung jawab Pustu Waroki, Karolina Samori, Amd.Keb, saat bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabire, Selasa (13/08/24). Sekaligus dirinya mengklarifikasi berita mediai ini edisi Selasa 13 Agustus 2024 di halaman 12 berjudul “Warga Waroki Mengadu di Kantor Gubernur PPT”. Dimana pada alinea ketiga berita itu ada komentar warga yang ditulis media ini menyebutkan “Akibat dari aksi tersebut, anak-anak tidak bersekolah selama lebih dari satu bulan, Puskesmas setempat belum ada pelayanan, gereja dan masjid sepi dan tidak ada yang beribadah.”


Komentar warga saat aksi demo yang dimuat di media ini, langsung diklarfifikasi penanggung jawab Pustu Waroki, Karolina Samori, Amd.Keb. Kata dia, tidak benar apa yang disampaikan dalam pemberitaan itu.


“Siapa yang bilang kami tidak melayani di Pustu Waroki ?Saya tidak terima karena disitu disebutkan Puskesmas setempat.  Saya ini yang sampai hari ini bersama teman-teman kami masih melayani warga masyarakat Waroki di Pustu Waroki. Wartawan itu kalau mau kasih masuk berita itu koonfirmasi dulu, jangan hanya dengar salah satu pihak saja, kami sampai hari ini masih melayani masyarakat, kecuali hari minggu,” ungkapnya.


Dirinya juga mengatakan, Pustu Waroki hanya tutup itu setelah malam kejadian. Setelah itu ada himbauan dari Polsek Nabire Barat untuk tidak membuka pelayanan karena situasi dan kondisi keamanan pasca terjadi pembakaran di Waroki.  Tapi hal tersebut tidak lama, hanya sehari atau dua hari saja. Kemudian Pustu kembali dibuka dan pelayanan tetap berjalan. Jadi bukan Pustu Waroki itu tidak melayani lebih dari satu bulan.


“Itu berita tidak benar, orang-orang yang bilang Pustu Waroki itu tidak melayani selama lebih dari satu bulan itu, tidak benar. Dia yang ada di sana kah, saya ini bersama teman-teman di Pustu Waroki itu yang ada di sana, kami melayani dari jam delapan pagi sampai jam sebelas siang. Bahkan, masyarakat Waroki yang panggil kami untuk bisa melayani mereka, karena banyak warga yang butuh perawatan medis,” tutur Karolina.  


Kata dia, dirinya protes dengan hal ini, karena memang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.


“Saya sebagai penanggung jawab Pustu Waroki, karena memang selama mulai dari kejadian awal kejadian di Waroki, sampai sekarang kita tetap melayani. Kecuali pada saat kacau saja kita tidak ada pelayanan, tetapi setelah itu pelayanan Pustu Waroki tetap berjalan sampai hari yang ada ini,” tegasnya.


Bahkan di tanggal 5 Agustus 2024 lalu, kata dia, kegiatan Posyandu dan Pos Bindu itu Tim dari Puskesmas turun di Kampung Waroki.


“Yang mengatakan bahwa Pustu Waroki tidak melayani masyarakat itu tidak benar, dan orang yang mengatakan hal tersebut adalah orang yang tidak berada di Waroki. Bahkan, Pustu Waroki juga melayani persalinan, orang sakit di Kampung Waroki,” tambahnya.


Kata dia, dirinya sempat melayani masyarakat yang korban, masyarakat yang kena korban di Naikere RT 4, itu ada sekitar 70 pasien. Pihaknya juga melakukan screaning malaria ada 12 kasus. Jika ada orang bicara tidak ada pelayanan, kata dia, itu tipu.


“Mungkin dia pu rumah di Waroki tapi dia tinggalnya di kota, makanya bisa bicara seenaknya saja tidak sesuai fakta,” ujar Karolina.


Dirinya berharap Kampung Waroki kedepannya tetap kondusif dan tidak terjadi lagi hal-hal seperti kejadian lalu, sehingga warga yang ada di Kampung Waroki dapat beraktifitas seperti biasa.


“Mudah-mudahan mulai hari ini sampai kedepannya, Waroki tetap kondusif seperti sedia kala. Dan masalah kejadian Waroki ini bisa diselesaikan secepatnnya, sehingga tidak berlarut-larut,” harapnya. (cad)