NABIRE - Jumat malam (7/02/2025), sekitar pukul 19.00 WIT di Ruas Jalan DS Yan Mamoribo, tepatnya di depan SD Negeri/Inpres Siriwini, Kelurahan Siriwini terjadi aksi pemalangan jalan yang dilakukan oleh beberapa pelamar yang tidak puas atas hasil pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 yang diumumkan oleh BKPSDM Provinsi Papua Tengah.

Dalam kegiatan aksi beberapa pemuda yang tidak lulus CPNS meminta agar hasil pengumuman tersebut dibatalkan saja, karena selaku anak asli Papua (OAP) yang berasal dari Kabupaten Nabire yang juga telah mendaftarkan diri dan mengikuti semua tahapan seleksi dengan nilai yang cukup tinggi tetapi tidak lulus.

Sehingga bersama orang tua (Ortu) mereka meminta agar lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP) dan juga Dewan Perwakilabn Rakyat Provinsi Papua (DPR-P) dan juga DPRK Nabire dapat menghadirkan Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah untuk menjelaskan alasan apa anak-anak OAP, asli Nabire tidak lulus CPNS.

Dalam kegiatan pemalangan jalan dan juga orasi tersebut, salah seorang ibu, bernama Monalisa Rumatray mengatakan, sebagai orang tua setiap siang dan malam berdoa agar anak-anak bisa lulus CPNS, namun faktanya tidak seperti yang diharapkan.

Untuk itu, Monalisa Rumatray dengan tegas menuturkan, kenapa sebagai anak asli Papua harus menjadi penonton di atas negerinya sendiri, sementara orang lain yang bukan orang asli Nabire menjadi senang dan menginjak-injak harga diri mereka.

Sementara diketahui, bahwa di Kelurahan Siriwini tepatnya di RT 9 dan 10 ada dua pelamar yang statusnya dokter yang sudah bekerja sebagai tenaga kesehatan honorer sekian tahun, tetapi juga tidak lulus dalam seleksi CPNS formasi tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui kantor BKPSDM.

Seorang Ortu yang juga turut hadir dalam kesempatan itu,k Simon Waiky menambahkan, anak-anak tes CPNS dari tingkat Kabupaten Nabire hingga tes CPNS formasi tahun 2024 lalu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tidak lulus.

Untuk itu, selaku Ortu ingin bertanya, standar nilai kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah, sebab sepengetahuan mereka anak-anak yang ikut seleksi atau tes CPNS dan nilainya sudah di atas 200 hingga 300. “Terus ketentuan lulus CPNS itu harus nilai berapa kah?,” tanya Waiky.

Dalam kegiatan palang dan orasi yang berjalan kurang lebih 2 jam itu, akhirnya Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, S.I.K, bersama sejumlah aparat kepolisian hadir dan dihadapan Kapolres, para pelamar dan Ortu meminta agar ketua MRP, DPR-P dan DPR-K bersama kepala BKPSDM untuk dihadirkan.

Dan Kapolres Nabire telah berupa menghubungi para pejabat yang dimaksud, tetapi waktu sudah jauh malam, sehingga Kapolres terus kembali menghubungi para pejabat dan kembali bertemu para pelamar bersama Ortu mereka ini, kira-kira pukul 00.00 WIT atau jam 12 malam dan atas penjelasan Kapolres Nabire, akhirnya pukul 00.30 WIT palang dibuka dan masa pemalangan juga ikut bubar.

Pada saat palang dibuka sudah ada perjanjian, dimana akan dilanjutkan pertemuan antara para pelamar bersama Orta yang melakukan pemalangan pada hari Senin, 11 Februari 2025 di Kantor DPR-P Papua Tengah atau hari ini.(des)