NABIRE - Tidak ada istilah pendidikan gratis, pihak sekolah meminta ada dukungan dan pastisipasi dari orang tua murid. Karena di saat ini hampir pada semua sekolah yang ada di Kabupaten Nabire, termasuk SMPN 3 Nabire lebih dominan gurunya dari para guru tenaga honor yang dengan setia dan rajin mendidik dan mengajarkan anak–anak yang ada di daerah ini.

Demikian dikatakan Ketua Komite SMPN 3 Nabire, Amandus Ayer, ketika menghadiri acara pembagian buku rapor akhir semester genap tahun pelajaran 2022/2023, Kamis (15/6/23).

Dikatakan, dengan adanya dukungan orang tua untuk membayar biaya SPP maupun dana komite yang semuanya disetor langsung ke pihak sekolah dan selanjutnya digunakan untuk pembayaran gaji dari pada guru tenaga honor.

Dan jangan sampai ada orang tua muirid yang berpemahaman bahwa sekolah itu gratis atau pendidikan itu gratis. Ungkapan itu hanya diucapkan oleh bibir para elite politik, tetapi faktanya sampai hari ini tidak ada istilah pendidikan gratis.

Dirinya selaku ketua komite lewat forum pertemuan penerimaan buku raport akhir semester genap tahun pelajaran 2022/2023, meminta agar dukungan orang tua murid berupa pembayaran SPP dan komite tetap menjadi perhatian yang serius.

Sebab dengan pembayaran SPP dan dana komite atau yang lebih dikenal sengan nama dana pembangunan, akan ikut mendorong jalannya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 3 Nabire sesuai dengan ketentuan yang ada.

Berdasarkan data dan fakta di lapangan, terhitung awal tahun 2023 semua sekolah tidak lagi menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) per triwulan. Tetapi dana BOS diterima setiap 6 bulan sekali. 

Dengan demikian pembayaran SPP dan komite yang menjadi kewajiban orang tua murid, semestinya diperhatikan di setiap bulan agar digunakan untuk melengkapi kebutuhan sekolah dan proses KBM itu dapat berjalan lancar. (des)