NABIRE – Dalam tahun anggaran ini (2021), pemerintah akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Nabire.

BLK ini akan menjadi BLK ketiga yang akan dibangun Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakar dan Trans) melalui Disnakertrans Kabupaten Nabire.

Dua BLK yang dibangun Kemenaker Trans sebelumnya, yakni BLK Sorong dan BLK Jayapura.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ka Disnakertrans) Kabupaten Nabire, Anton Pekei usai melepas 30 orang pencari kerja untuk latihan ketrampilan di BLK Sorong, Senin (22/3) mengatakan BLK Nabire akan dibangun setelah selesai BLK Jayapura.

Ketika ditanya, BLK Jayapura yang ada selama ini, Pekei mengatakan itu milik pemerintah daerah.

Karena itu, BLK Jayapura sementara dibangun sehingga BLK Nabire akan dibangun setelahnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Nabire ini mengatakan BLK yang akan dibangun untuk BLK wilayah Meepago.

Permasalahan yang dihadapi selama ini di wilayah Meepago dan Papua pada umumnya adalah masalah pengangguran akibat tingkat ketrampilan tenaga kerja yang sangat kurang sehingga tidak dapat masuk di pasar kerja.

  Oleh sebab itu, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi sangat penting dan strategis untuk diprioritaskan agar mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga tenaga kerja kita juga mampu dan dapat bersaing dengan tenaga kerja luar Papua, bahkan di luar negeri.

Kulitas kerja tidak hanya pada tingkat ketrampilan teknis tetapi juga tingkat pendidikan.

Disamping kualitas tenaga kerja dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Akibat terbatasnya lapangan kerja, tingkat pengangguran juga terus bertambah dari tahun ke tahun di wilayah Meepago dan di Papua pada umumnya.

Kepala Disnakertrans mengungkap, jumlah penduduk Kabupaten Nabire per Desember 2019 sebanyak 172.290 jiwa dengan jumlah pengangguran yang terdaftar di Disnakertrans Nabire sejumlah 5.134 orang, belum termasuk beberapa kabupaten lain di wilayah Meepago.

Pekei menilai untuk mengatasi persoalan pertambahan pengangguran di daerah ini, perlu diupayakan melalui pelatihan ketrampilan teknis yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta melalui BLK.

Pendidikan dan pelatihan melalui BLK yang dilaksanakan oleh pemerintah sebagai upaya strategis untuk meningkatkan ketrampilan bagi tenaga pencari kerja, pemuda potensial, dan masyarakat di Nabire dan se wilayah Meepago.

Dalam rangka mendekatkan pelatihan tenaga kerja di Wilayah Meepago, kata Pekei, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar, bersertifikat untuk pembangunan BLK agar lewat BLK kita menyiapkan tenaga kerja yang memiliki ketrampilan, memiliki moral sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pekei menjelaskan, tujuan pembangunan BLK di Nabire, dalam rangka meningkatkan ketrampilan, keahlian, dan produktifitas kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan pencari kerja dengan pola pelatihan kerja, magang.

Lewat BLK juga menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki kemampuan kompotensi untuk memenuhi kesempatan kerja di daerah maupun nasional, mengembangkan budaya budaya produktifitas, teknologi dan efisien ekonomis, dan menyiapkan tenaga terampil bagi pekerja yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

Oleh sebab itu, Kadinakertrans Nabire mengajak dukungan dari pemerintah daerah lain di wilayah Meepago untuk hadirnya sebuah BLK di Nabire sebagai pusat pelatihan dan penyiapan tenaga kerja yang siap pakai di dunia kerja.(ans)