Tahapan Pilkada Nabire Berjalan 75 Persen
NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire menyatakan, tahapan menuju pelaksanaaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 27 November 2024, tahapan sudah dijalankan 75 peren. Sedangkan proses pendaftaran telah usai dan dua Pasangan Calon (Paslon) yang terdaftar di KPU Nabire.

NABIRE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire menyatakan, tahapan menuju pelaksanaaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 27 November 2024, tahapan sudah dijalankan 75 peren. Sedangkan proses pendaftaran telah usai dan dua Pasangan Calon (Paslon) yang terdaftar di KPU Nabire.
Ketua KPU Kabupaten Nabire, Sarlota Neci Martha Wartanoy, saat bertandang ke Redaksi Papuapos Nabire dalam Podcast menyebutkan, tahapan yang sudah dijalankan 75%, tinggal 25% untuk menuju Pilkada 27 November 2024, dan dari PKPU nomor 2 tahun 2024, mulai dari tanggal 27 Agustus - 29 Agustus sudah dilakukan pendaftaran dan di Nabire ada dua Paslon.
KPU Nabire tidak membuka lagi, pasangan yang mendaftar untuk Bakal Calon (Bacalon), yaitu Mesak Magai - Burhanudin dan Martinus Adi - Agus Suprayitno.
"Keputusan MK nomor 60 (waktu itu) ada perubahan, yaitu 13 partai yang menjadi partai pengusung Mesak-Burhan dan 4 Partai pengusung yang berada di Martinus-Adi," katanya.
Syarat untuk maju mendapatkan satu Paslon, yaitu jumlah suara Pileg dan Pilpres kemarin 10% dan untuk Nabire kemarin sekitar 118 sekian, dan 10% dari itu berarti harus 18.000 sekian untuk 1 Paslon, dan maka dari itu harus ada koalisi partai.
"Tinggal satu partai yang dimana jumlah suaranya yaitu cuma 3.000 dan berarti kurang kuotanya dan sudah tidak bisa lagi," ujarnya.
Di menit Injuritime ada Paslon yang mendaftarkan diri, Ketua KPU Nabire Sarlota mengatakan untuk yang mendaftar siapa saja boleh datang dan KPU siap menerima, sehingga pada saat mereka datang kurang dari 25 menit menuju jam 12 malam, tetap diterima dan itu hak mereka.
"Kami terima dengan senang hati, kami bertanya kepada mereka, apakah mereka ada LOnya, bawa dokumen-dokumennya tapi ternyata tidak membawa dokumen ataupun LO dan operatornya untuk mendaftarkan diri ke aplikasi SILON, setelah kami memberikan penjelasan akhirnya mereka terima," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



