NABIRE - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire, Norbet Mote, mengatakan, sumber Dana Kampung (Dana Desa, red) dari dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) lebih diprioritaskan bagi bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Namun kebijakan ini dikembalikan pada kesepakatan masyarakat di kampung itu sendiri. Dengan harapan ketiga program prioritas ini harus dimasukan dalam Musyawarah Rencana Program Kampung (RPK), dengan catatan harus disepakati oleh seluruh masyarakat kampung.

Dirinya selaku Kepala BPMK Kabupaten Nabire meminta kepada seluruh kepala kampung yang ada di 15 distrik agar dalam menyusun RPK, program pendidikan, kesehatan dan ekonomi harus dijadikan program prioritas.

“Dari tiga program prioritas ini kelak ada orang pintar dan sehat dari tingkat kampung. Sehingga diharapkan kepada para kepala kampung agar memberikan dana bantuan bagi pendidikan, kehatan dan ekonomi di tingkat kampong. Karena hal ini telah didukung secara langsung oleh pemerintah pusat dan juga oleh Bupati Nabire,” ujar Kepala BPMK Kabupaten Nabire, Norbet Mote, SE, M.Si kepada Papuapos Nabire, Rabu (2/2/22).

Secara khusus bagi program prioritas kesehatan, didukung program Poayandu  yakni pemberian makanan bergizi.  Sementara di bidang pendidikan lebih dikhususkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan juga pendidikan sekolah dasar maupun jenjang pendidikan lainnya.

Untuk itu diminta kepada para kepala kampung agar dalam penyusunan RPK, jangan sampai tidak dimasukan tiga prioritas ini.  Sebab indikator pembangunan yang paling nampak hasilnya dari bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Dan selaku Kepala BPKM Kabupaten Nabire akan terus memantau tiga program prioritas ini secara langsung di kampung melalui para kepala kampong. Dengan harapan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi terus berkembang maju. (des)