Suku Yerisiam Gua Minta Moratorium Aktivitas PT Nabire Baru
NABIRE - Melihat tindakan pengabaian yang dilakukan terus menerus oleh perusahan sawit PT. Nabire Baru terhadap hak-hak masyarakat adat pemilik ulayat Suku Yerisiam Gua hingga detik ini, namun pekerjaan terus dilakukan dan terus mendapatkan ijin dari oknum-oknum pemerintah/
Bagikan
NABIRE - Melihat tindakan pengabaian yang dilakukan terus menerus oleh perusahan sawit PT. Nabire Baru terhadap hak-hak masyarakat adat pemilik ulayat Suku Yerisiam Gua hingga detik ini, namun pekerjaan terus dilakukan dan terus mendapatkan ijin dari oknum-oknum pemerintah/dinas terkait sementara hak-hak adat kami belum terealisasikan. Maka oleh sebab itu Kami Masyarakat Adat Yerisiam Gua dengan tegas menyampaikan empat sikap terhadap kegiatan dimaksud.
Kepala Suku Yerisiam Gua, melalui sekretarisnya Roberthino Hanebora kepada media ini dalam siaran persnya mengatakan pertama kami meminta Gubernur Papua, DPRP, dan MRP untuk segera mungkin memberlakukan moratorium atau pemberhentian aktivitas PT. Nabire Baru diatas areal adat suku Yerisiam Gua. Dan mendorong pertanggung jawaban terhadap segala kerugian fisik maupun non fisik (alam, budaya dan orang Yerisiam Gua) di atas tanah ulayat adat Suku Yerisiam Gua.Kedua lanjutnya, meminta DPRP dan MRP sebagai representasi masyarakat Papua dan juga sebagai Kepala Keluarga (KK) di Tanah Papua, tidak melihat persoalan Masyarakat Adat Yerisiam Gua sebelah mata, karena harapan kami masyarakat di Tanah Papua adalah kepada kedua dua lembaga ini ditengah gejolak situasi politik Papua dan pemerintah yang tidak pro rakyat.Selanjutnya tambah Roberthino, ketiga kami meminta kepada Kapolda Papua untuk meninjau kembali keberadaan Pengamanan (PAM) Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Papua di areal masyarakat adat Yerisiam Gua, karena terkesan menjadi pelindung atau bemper (back up) sepihak, hanya terhadap PT. Nabire Baru, ketika masyarakat adat menyuarakan hak-hak mereka. Dan terkesan, menurut Hanebora, anggota Brimob yang melakukan pengamanan memonopoli kasus yang terjadi di tengah masyarakat yang seharusnya menjadi tugas wilayah pihak aparat keamanan setempat dalam hal ini Polres Nabire. “Ini membuktikan bahwa Tupoksi tugas mereka tak jelas, dan dikwatirkan akan terjadi gesekan di tengah masyarakat adat yang akan berbuntut pada hal-hal yang tidak kita diinginkan,” tandasnya.Keempat jelasnya, berdasarkan poin 1, 2 dan 3 kami meminta Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire, sebagai wadah resmi dan yang direkomendasikan untuk mengadvokasi persoalan Yerisiam Gua untuk melanjutkan dan mendorong sikap ini. Dan atas nama masyarakat dan Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, mengharapkan beberapa hal itu untuk segera ditindaklanjuti dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Yerisiam khususnya yang berada di Kabupaten Nabire. (wan)
Bagikan artikel ini



